Korban tewas yang merupakan warga Manggihan, Kopeng Getasan adalah Salami (38), Rumiyem (40), dan Warsini (50) mereka pedagang sayur yang menumpang di mobil L300 pembawa sayur yang jatuh ke jurang setelah diseruduk bus PO Rhema Abadi.
"Yang naik mobil pengangkut sayur jatuh di jalan, ada yang terlindas truk," kata salah satu saksi, Suparjo (54), Kamis (16/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedannya terseret sekitar 15 meter di bawah bus," tandas Suparjo.
Sementara itu ada sembilan orang yang mengalami luka parah dan ringan yang sudah dilarikan ke RSUD Salatiga dan RS Ken Saras. Salah satunya adalah bocah berusia 4 tahun Aurel warga Geyer, Kabupaten Grobogan yang juga ada di mobil sedan.
Kemudian lima warga Manggihan, Getasan yaitu Erna Yuliani (14), Ela Emawati (9), Parman (45), Marsinah (37), dan Lin (16). Tiga orang lainnya adalah Sarman (50) warga Ngawen Tegalsari Malang, Lailatul Fadilah (21) warga Kedungbanteng Sumur Mangging Malang, dan Bayu Chandra (21) Kayu Besar Cengkareng Jakarta Barat.
Diketahui Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 00.15 dini hari tadi. Awalnya bus Rhema Abadi benopol AA 1541 CA melaju dari arah Magelang, namun ketika melintas di jalan yang merupakan jalur alternatif Magelang-Salatiga itu, bus oleng tidak terkendali. Diduga bus mengalami rem blong ketika masuk jalan menurun.
Bus tersebut menabrak mobil Mitsubishi L300 bernopol H 1924 HP yang melaju di depannya. Mobil yang mengangkut sayur dan pedagang tersebut terpental dan masuk jurang sedalam lima meter di sebelah kiri.
Bus PO Rhema Abadi itu terus melaju bahkan oleng ke jalur sebelah kanan. Dari arah berlawanan melaju sedan Great Corolla bernomor polisi K 7615 AF dan Mitsubishi L300 lainnya. Sedan tersebut ringsek karena benturan keras bahkan hingga terseret di bawah badan bus, sedangkan L300 terpental.
(alg/aan)











































