Korban Tewas Kebakaran PT Mandom Bertambah, Total Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kebakaran PT Mandom Bertambah, Total Jadi 9 Orang

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 16 Jul 2015 10:06 WIB
Korban Tewas Kebakaran PT Mandom Bertambah, Total Jadi 9 Orang
Foto: Edward Febriatri Kusuma
Jakarta - Korban tewas kebakaran di PT Mandom, Cikarang, Kabupaten Bekasi terus bertambah. Total korban tewas kebakaran hingga kini menjadi 9 orang.

"Korban tewas saat kejadian di TKP kan ditemukan 5 orang, kemudian ada 2 orang yang dirawat di rumah sakit meninggal pada tanggal 12 dan 14 Juli. Kemudian pada tanggal 15-16 Juli ini ada 2 lagi yang meninggal sehingga total 9 orang meninggal," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada detikcom, Kamis (16/7/2015).

Berikut data 4 korban tewas tanggal 12-16 Juli 2015:
1. Febriyanti (21) meninggal di RS Pertamina pada Minggu (12/7). Β 
2. Sutarni (45) meninggal di RS Pertamina, Selasa (14/7).
3. Annisa (22) meninggal di RS Permata, Bekasi (15/7).
4. Eko Dwiningsih (46) meninggal di RSCM pukul 00.00 WIB, Kamis (16/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, 5 korban tewas di TKP adalah:
1. Maita , perempuan, kelahiran Purworejo 30 Mei l994 alamat Somogede RT1/3 Desa Somogede Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Yang menerima orang tua nama Robinhatun.
2. Nurhasanah, perempuan, kelahiran Jakarta 5 juni 1990, alamat Jl Warakas 1 Gg 19 No. 2 Rt 12 Rw 14 Kel .Warakas Kec Tanjung Priuk Jakarta Utara yang menerima orang tua Sugianto.
3. Viola Aditia, perempuan, kelahiran Tangerang 18 Agustus 1995Β  Jl Duren Terusan Rt 14 Rw 12 Kel Semper Barat Kec Cilincing Jakarta Utara yang menerima orang tua kandung Suhadi.
4. Rosiana Boby Sihar, perempuan, kelahiran Jakarta 6 Agustus 1993, alamat Pisangan Baru No 8 RT 8/8 Kelurahan Pisangan Baru Kecamatan Matraman Jakarta Timur yang menerima orang tua nama Hamidin.
5. Muhamad Nasori, laki-laki, kelahiran Jakarta 19 September 1994, alamat JL Kalibaru Barat 1 No 58 Rt 07 Rw 8 Kel Kalibaru Kec Cilincing Jakarta Utara yang menerima orang tua Mukhidin Sridiana. (mei/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads