Ratusan warga larut dalam suasana duka saat iring-iringan tiga mobil pembawa jenazah tiba di kediaman korban Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ayah Heri yang ikut dalam mobil jenazah langsung pingsan. Warga pun langsung membawa ayah korban untuk diungsikan di rumah tetangga.
Sementara di rumah keluarga Slamet yang berada tak jauh, isak tangis pecah saat melihat Slamet terbungkus kain kafan. Keinginan berkumpul di hari raya lebaran bersama keluarga tak terwujud. Bahkan, rencananya Slamet berkehendak mencari pasangan hati usai lebaran ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan serupa terjadi di keluarga korban Heri. Heri yang baru menjadi ayah dua bulan ini, berangan-angan membuat rumah sendiri.
"Dia sepuluh hari sebelum puasa berangkat ke Jakarta. Kasihan anaknya masih bayi. Rencananya uang kerja ini mau ditabung dan buat rumah sendiri," kata Neri (60) paman korban. Heri sendiri dikenal keluarga dan warga suka humor dan bertanggungjawab.
Setelah disemayamkan di rumah duka masing-masing, jenazah Heri, Slamet dan Wahyudi diberangkatkan ke masjid setempat untuk disembahyangkan. Dari masjid, ketiganya dibawa ke tempat pemakaman setempat untuk dikebumikan. Suasana duka terasa begitu kental saat iring-iringan tiga keranda digotong menuju TPU setempat.
(bal/bal)










































