"Semua usaha yang sedang dilakukan Pak Tedjo untuk menyelesaikan kasus antara hakim Sarpin dan dua komisioner Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan T Syahuri perlu didukung banyak pihak. Niat dan upaya itu baik sekali. Apalagi dilaksanakan di bulan suci Ramadan," ujar pengamat kepolisian, Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya mengenai hal ini pada Rabu (15/7/2015).
Pakar komunikasi ini meyakini bahwa upaya yang dilakukan Tedjo tersebut juga untuk memenuhi permintaan dan harapan Presiden Jokowi agar masalah itu segera dituntaskan. Sehingga tidak terjadi lagi kegaduhan yang seharusnya bisa dihindari atau tidak perlu terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang kami hubungi ya. Mudah-mudahan bisa dapat dan sesegera mungkin saya akan bisa bertemu dia sebelum lebaran," jelas Tedjo di kompleks Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2015).
Tedjo menegaskan, dirinya tidak akan memakai cara langsung mengkfrontir tetapi akan melobi masing-masing pihak dahulu hingga tercapai persetujuan.
"Oh jangan dikonfrontir, tidak bagus. Orang bilang sedang berantem, jangan dikonfrontir, satu-satu. Setelah semua setuju, baru kita ambil kesepakatan, begitu. Kalau dikonfrontir, nanti terus lihat mukanya waaa terus anu. Nggak lah, kita redakan dulu, sehingga satu per satu. Satu pihak sama satu pihak. Baru kita cari kesepakatannya apa yang terbaik," jelas Tedjo.
Tedjo menyimpan harapan hakim Sarpin mau mencabut laporannya. "Mungkin kira-kira ke sana, tapi saya juga tidak memaksa. Saya juga tidak memaksa. Saya hanya memediasi, membujuk yang bersangkutam supaya saya katakan sekali lagi supaya jangan gaduh," tutur dia.
Tedjo hari ini akan bertemu kedua belah pihak. Dia ingin sebelum lebaran persoalan selesai. Tedjo juga melakukan komunikasi dengan polisi.
"Polisi itu kan semuanya berdasarkan proses hukum. Dia akan jalankan ini. Kalau memang nanti yan bersangkutan mencabut, pasti itu akan dihentikan. Itu saja, profesional polisi itu. Dan saya sudah komunikaskan dengan Kapolri dan Kabareskrim," tegas Tedjo.
Tedjo akan bertemu dengan Sarpin sambil berbuka puasa dan berbincang. Kembali tujuannya agar Sarpin mau mencabut laporannya.
"Kan semuanya mengharapkan begitu. Ya kita upayakan ke sana," tutup Tedjo.
Aqua menambahkan meskipun masalah antara hakim Sarpin dengan dua komisioner KY tersebut merupakan kasus hukum, namun masih bisa dikomunikasikan antarkedua belah pihak. Sehingga diupayakan tidak sampai ke pengadilan dan berakhir damai.
"Terpenting ada pihak yang membantu melakukan mediasi. Pak Tedjo sangat tepat melaksanakan hal tersebut. Jabatannya sebagai Menko Polhukam memudahkan beliau untuk ketemu dengan pihak-pihak yang bertikai dan bicara apa saja yang terkait dengan hukum," lanjut mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia.
Menurut Aqua, setiap kasus termasuk yang sedang terjadi antara hakim Sarpin dengan dua komisioner KY dapat diselesaikan dengan cara damai tanpa harus dibawa ke ranah hukum. Terpenting pihak-pihak yang bertikai punya niat baik untuk melakukan itu.
"Melihat dari niat baik banyak pihak termasuk Pak Tedjo untuk menuntaskan kasus tersebut dengan mendamaikan pihak-pihak yang berperkara, saya optimis dalam waktu dekat kasusnya dapat dituntaskan. Apalagi hal itu untuk memenuhi permintaan dan harapan Presiden Jokowi," ujar kandidat doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini.
Lewat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktino, Presiden Jokowi telah minta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menyelesaikan kasus itu dengan baik.
Sementara menurut Kabareskrim Komjen Budi Waseso (Buwas) kasus ini akan selesai bila hakim Sarpin sebagai terlapor mencabut aduan.
"Ini ada orang secara pribadi merasa dirugikan. Kan boleh. Maka ini delik aduan. Kalau dari pihak terlapor mencabut, selesai," jelas Buwas di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Aqua menyarankan agar pihak Polri membantu mediasi yang sedang dilakukan Tedjo. Hakim Sarpin pasti akan mempertimbangkan semua saran yang disampaikan kepada beliau untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Peran Pak Tedjo sebagai mediator tentunya akan lebih kuat lagi dan tingkat kesuksesan makin besar jika dibantu Polri untuk meyakinkan hakim Sarpin agar melakukan langkah damai. Itu juga sejalan dengan permintaan Presiden Jokowi seperti yang disampaikan beliau ke Mensesneg Pratikno," pungkas Aqua.
(bal/rvk)











































