"Situsasi ini tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang tak suka TNI-Polri kompak," ungkap Mulyono menanggapi bentrokan anggota Mako Brimob Polda Jateng dan anggota Penerbang TNI AD di Semarang usai acara sertijabnya di Mabesad, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (15/7/2016).
Karenanya KSAD meminta agar seluruh jajaran TNI, khususnya matra darat, untuk mewaspadai provokasi yang malah menimbulkan perpecahan. Mulyono juga menegaskan jalinan hubungan baik antara TNI dan Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami TNI-Polri senantiasa mengadakan kegiatan dalam rangka meningkatkan soliditas," sambung Mulyono yang masih menjabat sebagai Pangkostrad itu.
Agar peristiwa bentrokan tidak kembali terulang, Mulyono berpesan supaya seluruh prajuritnya tidak gampang terpancing oleh karena hal-hal kecil. Bukan tidak mungkin ada upaya dari provokator yang ingin memecah belah TNI dengan Polri.
"Prajurit TNI ADΒ harus waspada terhadap ini dan tak boleh terprovokasi," tutur jenderal bintang 3 tersebut.
Senada dengan Mulyono, Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu juga memperhatikan permasalahan ini. Ia meminta agar tidak ada lagi kejadian serupa di waktu mendatang.
"Tidak perlu terjadi lagilah. Tidak bagus, apalagi bulan puasa," tegas Ryamizard di lokasi yang sama. (elz/fdn)











































