"Tentang kapan datangnya Idul Fitri tidak perlu diperdebatkan karena Idul Fitri itu adalah 1 syawal. Mudah-mudahan dari sidang isbat nanti akan ada kesamaan untuk Idul Fitri pada Jumat (17/7)," jelas Din dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammdiyah, Rabu (15/7/2015).
Pemerintah baru akan menggelar sidang Isbat pada Kamis (16/7). Muhammdiyah sendiri sudah memutuskan lebaran jatuh pada Jumat 17 Juli. Menurut Din, kalau ada perbedaan, manakala dalam sidang Isbat disebutkan hilal tak terlihat.
"Kalau tidak kelihatan maka akan menambah ramadan 1 hari. Kalau ada yang melihat maka akan jatuh pada 17 Juli. Ke depan memang perlu ada upaya yang perlu disepakati," imbuhnya.
"Muhammadiyah mengusulkan perlu ada kalender Islam yang global. Karena akan ada banyak manfaatnya baik bisnis, ekonomi. Karena paling tidak setahun sudah diketahui, untuk merancang agenda. Ini perlu dibahas. Mungkin nanti titik pusatnya bukan di Indonesia tapi di Mekkah," tutup Din. (ear/dra)











































