Selepas pintu tol Pejagan dan masuk Brebes arah Semarang keadaannya mecet berat. Jalan yang biasanya dipakai untuk dua jalur, siang ini diisi 4 jalur. Hal ini kadang diperburuk dengan pedagang kaki lima yang menjorok ke bahu jalan dan tukang parkir yang mengibarkan bendera untuk mengajak pemudik untuk istirahat.
"Saya kira, hari ini menjadi puncak mudik. Kemacetannya akut. Kecepatan Brebes - Tegal rata-rata hanya 10 km per jam. Brebes - Kendal sejauh 140 km ditempuh 5 jam," ujar M Aji Surya, seorang pemudik ke Kendal, ketika dihubungi pada pukul 15.45 WIB, Rabu (15/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di pintu tol Palimanan misalnya, siang ini antrean kendaraan sampai lebih 15 km," ujar Aji kesal.
Menurutnya pengelola tol sudah semestinya memaksa pengguna tol untuk membayar secara elektronik sehingga terjadi penghematan waktu. Dengan membayar secara cash, tiap kendaraan bisa memakan satu menit hingga 3 menit. Sedangkan menggunakan kartu elektronik hanya perlu maksimal 5 detik.
Tidak hanya itu, rest area juga penuh sesak sehingga banyak kendaraan yang ditolak masuk. Bahkan ada juga yang kehabisan air bersih. Akhirnya, tidak sedikit pengendara mobil yang istirahat di tepi tol dengan keadaan yang sangat berbahaya.
"Saya apresiasi adanya tol Cipali, namun dalam mengatasi lonjakan kendaraan musim mudik ini, maka pengelolanya harus lebih inovatif," celotehnnya. (dha/try)










































