Diketahui tol darurat Pejagan-Brebes Timur itu menyambung langsung dari exit tol Pejagan, sedangkan kendaraan dari pantura bisa masuk lewat simpang tiga Pejagan. Jalur tersebut sama sekali tidak melewati kawasan Brebes Kota karena langsung ke perbatasan Brebes Timur-Tegal.
Hal itu tentu saja dikeluhkan para pedagang oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Pengunjung kios mereka berkurang karena banyak pemudik yang beralih ke tol darurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin (tahun lalu) itu bisa 600 butir sehari. Tahun ini ya sekitar 400 butir," ujar Atun.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bisa memahami 'curhat' tersebut. Juga soal protes adanya debu di tol. Oleh sebab itu diberlakukan sistem buka tutup untuk tol darurat. Hal itu selain untuk mengurangi kepadatan di tol darurat, juga agar pemudik melewati kios-kios oleh-oleh di pantura menuju Brebes kota.
"Jadi sepakat Maghrib dan waktu tetentu (tol darurat) ditutup, sehingga bisa ke luar (lewat Pantura)," ujar Ganjar di Pejagan, Rabu (15/7/2015).
.
Sementara itu untuk permasalahan debu, disiapkan sumur bor yang airnya untuk menyiram sehingga bisa mengurangi debu di jalur darurat mirip track rally itu.
"Sumur bor satu untuk air, di tempat tertentu kita siram karena ada yang protes soal debu," pungkas politisi PDIP itu.
Penerangan juga dikeluhkan sejak diputuskan tol darurat juga dibuka untuk malam hari. Meski demikian beberapa pihak sudah menyiapkan penerangan di sepanjang jalur tol sejauh 20 km tersebut.
"Tol (darurat) rencana dibuka siang saja ternyata sampai malam. Sepakat dipasangi sejauh 20 sampai 50 meter bambu spot light, bis jadi guide kalau malam. Kepolisian juga ada lampu mobile, juga lampu dari kontraktor," kata Ganjar.
Saat ini kondisi tol darurat masih dipadati kendaraan. Hal itu karena tol darurat itu bisa memotong perjalanan dari Pejagan langsung ke Brebes Timur yang berbatasan dengan Tegal. Menurut Ganjar mungkin juga karena pemudik penasaran dengan satu rumah yang ada di tengah lokasi proyek tol karena tanahnya belum bebas.
"Mereka (pemudik) sampaikan penasaran dengan jalan tol baru yang masih agregat itu. Mungkin juga karena seperti rally dakkar. Kedua, penasaran lihat rumah di tengah," tandasnya. (alg/try)











































