Saat berada di perlintasan Sumpiuh, Ganjar sempat berbincang dengan petugas penjaga. "Perlintasan ini ditutup setiap berapa menit," tanya Ganjar.
"Setiap 9 menit sekali pak," jawab petugas perlintasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melihat pos perlintasan, Ganjar kemudian menuju Pos Pam Sumpiuh bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali untuk mendengarkan pemaparan Kapolres Banyumas AKBP Murbani Budi Pitono.
"Ini perlintasan sebidang. Perlintasan ini frekuensinya padat sekali, jadi kalau dilihat ini per sembilan menit ada kereta lewat dan ditutupnya ini per 2 sampai 3 menit, itu ekornya bisa ngeleler panjang sekali," kata Ganjar.
Menurut dia, saat kendaraan berhenti dan ada kereta lewat, maka akan terjadi kemacetan panjang di Sumpiuh. Maka begitu berhenti, kendaraan roda dua dialihkan melalui jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.
"Begitu stop, di sini kita buat jalur sementara untuk menerobos arus. Ini makanya sepeda motor bisa, tapi hanya motor. Ini bisa mengurangi kemacetan," katanya.
"Insya Allah tahun depan kita sudah buatkan auto ringroad, jadi kalau tahun depan jadi, pemudik-pemudik tidak perlu lewat sini, langsung muter sana tidak ada perlintasan sebidang lagu sehingga bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya.
Secara keseluruhan, pengelolaan jalan untuk mengurangi kecelakaan di wilayah Banyumas bagus. Sampai hari ini, baru ada satu orang meninggal dalam kecelakaan.
"Di Banyumas selama masa arus mudik, 1 orang meninggal, jadi menurut saya bagus pengelolaannya jauh lebih baik. Terimakash sama Polri, perhubungan, Pemda dan semua masyarakat yang terlibat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar menyempatkan diri mengimbau para pemudik melalui pengerah suara agar berhati-hati dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. (arb/try)











































