"Saya proaktif memberikan keterangan kepada KPK terkait dengan saudara Adriansyah di mana tadi ada 16 pertanyaan yang diberikan kepada saya," kata Hasto di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2015).
Namun, Hasto tak mau menyebut materi pemeriksaannya. Dia mengklaim bahwa penyidik KPK tak menanyakan soal kabar bahwa adanya aliran uang suap Adriansyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto membantah adanya uang Adriansyah yang mengalir ke kongres PDIP di Bali. Dia menyebut, Adriansyah sama sekali tidak berperan dalam hal keuangan kongres.
"Kami melakukan klarifikasi bahwa tidak ada bantuan dari yang bersangkutan terhadap dana kongres partai sama sekali tidak ada. DPP Partai Sudah menegaskan kepada seluruh anggota fraksi bahwa kami tidak menerima dana dari anggota fraksi untuk kongres," tegasnya.
Sebelumnya, pihak Andrew Hidayat sebagai penyuap Adriansyah menyebut bahwa uang suap diberikan untuk keperluan kongres PDIP. Pemberian yang diberikan ke Adriansyah sudah beberapa kali dilakukan.
Pada persidangan Senin (13/7), Direktur Utama PT Indo Mineral, Suparta alias Keta, membeberkan adanya permintaan duit oleh politikus PDI Perjuangan yang juga eks Bupati Tanah Laut, Kalsel, Adriansyah. Permintaan duit disampaikan Adriansyah ke Andrew Hidayat terkait bantuan Kongres PDIP di Bali.
"Sebelum penangkapan (Andrew Hidayat) dikasih tahu Andrew, (Adriansyah) pinjam uang untuk acara kongres PDIP di Bali," ujar Keta bersaksi untuk bos PT Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Namun saat ditanya Hakim Ketua John H Butarbutar, Keta tidak mengetahui jumlah duit yang diberikan Andrew ke Adriansyah terkait Kongres PDIP. "Nggak tahu," jawabnya.
(kha/fdn)










































