"Yang kita sita paling banter itu 10 persen dari jumlah yang beredar. Gimana mengatasi ini, ini nggak bisa hanya mengandalkan Polri dan BNN. Tapi merupakan kepedulian semua pihak, termasuk bandara, nelayan kita di laut, di samping sarana dan prasarana dibenahi ya," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/7/2015).
Badrodin mengungkapkan, narkoba dalam jumlah besar bisa masuk melalui berbagai cara ke Indonesia. Bisa dari China langsung ke Indonesia atau pun transit terlebih dahulu di negara terdekat. Setelah itu, barang haram tersebut kemudian bisa masuk melalui Aceh, Jambi, Riau, Batam Kepri dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang sulit karena bagian dari home industry, jalurnya macam-macam, bisa udara, laut dan darat. Semua garis pantai bisa dimasuki, itu perlu ditingkatkan pengamanannya," paparnya.
"Hanya sebagian kecil yang bisa terdeteksi di bandara, itu pengamanannya perlu ditingkatkan. Hanya sebagian kecil yang tertangkap, banyak juga yang lolos," sambungnya.
Dengan begitu, Badrodin mengimbau semua pihak untuk turut serta dan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Sebab pencegahan juga dapat dilakukan dengan menekan jumlah pengguna.
"Domain pengguna itu harus diatasi dan dikurangi. Karena untuk bisa mempersempit masuknya barang-barang itu harus berangkat dari kepedulian semua pihak, termasuk komunitas kecil seperti rumah tangga. Kalau mereka bisa kontrol anaknya untuk tidak terlibat narkoba, itu sudah sangat baik," pungkasnya. (idh/dra)











































