Kapolri Ungkap PR Besar Indonesia dalam Upaya Pemberantasan Narkoba

Kapolri Ungkap PR Besar Indonesia dalam Upaya Pemberantasan Narkoba

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 15 Jul 2015 13:04 WIB
Kapolri Ungkap PR Besar Indonesia dalam Upaya Pemberantasan Narkoba
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Polri menegaskan terus berperang melawan narkoba. Barang haram itu merupakan musuh bagi seluruh elemen bangsa dan merusak generasi bangsa. Karena itu, perlu gerak dari berbagai pihak untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

"Yang kita sita paling banter itu 10 persen dari jumlah yang beredar. Gimana mengatasi ini, ini nggak bisa hanya mengandalkan Polri dan BNN. Tapi merupakan kepedulian semua pihak, termasuk bandara, nelayan kita di laut, di samping sarana dan prasarana dibenahi ya," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/7/2015).

Badrodin mengungkapkan, narkoba dalam jumlah besar bisa masuk melalui berbagai cara ke Indonesia. Bisa dari China langsung ke Indonesia atau pun transit terlebih dahulu di negara terdekat. Setelah itu, barang haram tersebut kemudian bisa masuk melalui Aceh, Jambi, Riau, Batam Kepri dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polri terus mengupayakan pencegahan dan pengungkapan. Namun Badrodin tak memungkiri bahwa memang ada kesulitan tersendiri dalam mencegah masuknya barang tersebut.

"Itu memang sulit karena bagian dari home industry, jalurnya macam-macam, bisa udara, laut dan darat. Semua garis pantai bisa dimasuki, itu perlu ditingkatkan pengamanannya," paparnya.

"Hanya sebagian kecil yang bisa terdeteksi di bandara, itu pengamanannya perlu ditingkatkan. Hanya sebagian kecil yang tertangkap, banyak juga yang lolos," sambungnya.

Dengan begitu, Badrodin mengimbau semua pihak untuk turut serta dan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Sebab pencegahan juga dapat dilakukan dengan menekan jumlah pengguna.

"Domain pengguna itu harus diatasi dan dikurangi. Karena untuk bisa mempersempit masuknya barang-barang itu harus berangkat dari kepedulian semua pihak, termasuk komunitas kecil seperti rumah tangga. Kalau mereka bisa kontrol anaknya untuk tidak terlibat narkoba, itu sudah sangat baik," pungkasnya. (idh/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads