"ALG dan JCK masih DPO, sedang kita kejar, mereka di luar negeri," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/7/2015).
Badrodin menjelaskan seluruh sabu yang diamankan tersebut merupakan barang dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia dan sempat transit di negara tetangga, Malaysia. Sabu jumlah besar itu kemudian masuk melalui Dumai, Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting kita terapkan hukuman yang maksimal sesuai pasal dan Undang-undang. Kita berharap juga mereka dapat hukuman maksimal ya, mereka ini pesuruh-pesuruh yang kaliber besar, pengecer tapi besar," tutur Badrodin saat disinggung penerapan hukuman mati.
Selain itu, Badrodin menyampaikan bahwa pelaku utama jaringan narkoba ini berhasil dibekuk. Pihaknya masih berkoordinasi dengan negara-negara tetangga yang diduga menjadi tempat keberadaan pelaku utama tersebut.
"Pelaku utamanya ada di luar negeri, sedang kita koordinasikan dengan negara-negara mereka berada, china, Hongkong, Thailand untuk ungkap jaringan-jaringan yang lebih besar. Akan terus kita upayakan untuk dikembangkan sampai pelaku utama, termasuk koordinasi dengan negara Tiongkok karena barangnya dari sana," pungkasnya. (idh/aan)










































