Jaksa Agung Tak Ingin Terjebak Situasi di DPR

Jaksa Agung Tak Ingin Terjebak Situasi di DPR

- detikNews
Selasa, 22 Feb 2005 18:53 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh (Arman) tidak ingin terjebak dengan kondisi DPR yang memanas menyusul insiden "ustad di kampung maling" yang berakhir kisruh. Karena itu Jaksa Agung tetap kukuh menolak memberikan tanggapan tentang buntut kasus tersebut. Sikap tersebut diperlihatkan Arman selama mengikuti rapat dengan Pansus Kasus Poso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/2/2005). Begitu tiba di DPR untuk mengitu rapat tersebut, Jaksa Agung langsung diserbu wartawan. Maklum saja, banyak kasus yang perlu dimintakan tanggapan Arman. Terlebih setelah kisruh rapat kerja gabungan komisi II dan komisi III DPR dengan Jaksa Agung.Kejagung, lewat Kapuspenkum Kejagung Soehandoyo memang menyatakan kasus itu telah selesai karena telah diakhiri dengan jabat tangan antara Arman dengan pimpinan sidang, Teras Narang.Namun tidak demikian dengan DPR. Pimpinan DPR bahkan mengirim surat kepada Presiden yang isinya meminta Jaksa Agung ditegur keras. Tentu saja tanggapan Jaksa Agung sangat dinantikan wartawan. Tapi sampai rapat itu berakhir Arman rupanya tetap pelit berkomentar.Arman bahkan berusaha mengecoh wartawan yang telah menunggunya hampir 3 jam. Rapat Pansus Poso dimulai pukul 14.00-17.00 WIB. Usai rapat, Arman memilih keluar lewat pintu belakang. Padahal sejumlah wartawan berkerumun di pintu depan.Begitu melihat Jaksa Agung akan "kabur", wartawan pun berusaha mengejarnya di pintu belakang. Namun hasilnya nyaris sama. Kalau saat tiba Jaksa Agung hanya mesem-mesem. Saat pulang Arman pun tetap menolak berkomentar meski dihujani pertanyaan oleh wartawan. Jaksa Agung lagi-lagi memberikan senyuman dan pelit berkata-kata. "Sebuah senyuman lebih berharga dari pada seribu kata," kata Arman."See no evil, hear no evil, say no evil," lanjut Arman sambil memperagakan tangannya, menutup mata, telinga dan mulut.See no evil, hear no evil, say no evil merupakan idiom Amerika untuk menyatakan seseorang yang tidak ingin terjebak dalam situasi tertentu. Pernyataan tersebut sering ditulis di bawah lukisan atau patung 3 kera, kera pertama, menutup matanya, kedua menutup telinga dan ketiga menutup mulutnya.Setelah membuat pernyataan see no evil, hear no evil, say no evil, Jaksa Agung tak mengeluarkan kata-kata lagi. Wartawan tetap memburunya sampai ke Arman masuk ke mobil. Namun atas sejumlah pertanyaan "panas", Arman hanya menjawab pertanyaan soal Poso. Itu pun hanya meminta wartawan agar menanyakan masalah itu kepada Juru Bicara Pansus Poso di DPR. (iy/)


Berita Terkait