Bapak Tua dalam Mimpi dan Hidayah yang Membuat Julia Masuk Islam

Ramadan 2015

Bapak Tua dalam Mimpi dan Hidayah yang Membuat Julia Masuk Islam

Salmah Muslimah - detikNews
Rabu, 15 Jul 2015 10:58 WIB
Bapak Tua dalam Mimpi dan Hidayah yang Membuat Julia Masuk Islam
Foto: Salmah Muslimah
Jakarta - Wanita berbaju pink itu sangat bersemangat menceritakan pengalaman hidupnya menemukan Islam. Dia Julia Kusuma Astuti (37), seorang karyawati swasta di Kuningan, Jakarta Selatan.

Hidayah datang kepada Julia melalui seorang "Bapak Tua" dalam mimpi. Kala itu Julia sering bermimpi bertemu dengan Bapak Tua yang dia tak tahu siapa namanya. Di mimpi itu Julia diajak untuk salat.

"Bapak Tua itu pakai baju koko putih, punya jenggot, kupluk putih dan celana hitam. Dia sedang wudu di sebuah rumah mirip rumah saya waktu kecil. Terus dia menoleh ke saya sambil bilang 'Yuk kita salat yuk!'. Terus saya bilang 'Pak saya bukan muslim, maaf saya nggak bisa salat'," kisah Julia saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/7/2015) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bapak Tua itu hanya tersenyum mendengar ucapan Julia dan bilang suatu hari Julia pasti bisa salat. Mimpi itu terus dialami Julia sekitar 2-3 tahun lamanya, Bapak Tua itu selalu datang dan mengajak Julia untuk salat.

"Akhirnya tahun ke-2 atau ke-3 itu saya bilang 'Bapak ngapain sih ngajak saya salat melulu, tujuannya apa, Bapak itu siapa sebenarnya?'. Tapi dia cuma senyum," ujar Julia.

Menurutnya senyum Bapak Tua itu membuat hatinya tenang. Dia selalu datang ke mimpi Julia saat Julia mengalami kejadian yang membuat sedih, kesal atau senang di siang hari.

Hingga pada suatu malam Bapak Tua itu datang lagi dalam mimpi dan mengatakan Julia akan mengetahui siapa itu Nabi Muhammad dan apa itu Islam. Julia masih bingung dengan maksud perkataan Bapak Tua, bagaimana caranya, siapa yang mengajarkan dan kapan, menjadi pertanyaan yang memenuhi pikiran Julia.

Beberapa hari setelah mimpi itu Julia pergi ke Gramedia untuk membeli alat tulis menulis. Entah lengah atau apa tiba-tiba Julia menabrak seorang bapak yang membawa 2 tas besar Gramedia hingga buku yang dibawa bapak itu jatuh berserakan di lantai.

"Dari buku yang jatuh itu saya lihat buku merah, kok buku itu menarik buat saya yah padahal saya nggak tahu apa isinya. Bapak itu ngeliatin, terus dia bilang 'Mau baca buku ini? Sudah bawa saja, ini cuma tinggal ini tok kopian yang ada di sini, sudah bawa aja'. Sambil saya bantuin dia masukin buku yang jatuh tadi," ucapnya.

Akhirnya Julia membawa buku merah itu. Ternyata buku tersebut berisi pendapat para tokoh dari berbagai agama tentang sosok Nabi Muhammad. Ada pendapat dari keuskupan Roma, Dalai Lama, Yahudi dan lain-lain, buku itu dalam Bahasa Inggris.

"Jujur yah padahal saya paling malas baca, itu bukunya tebal tapi seminggu saya sudah selesai. Biasanya buku setebal itu berbulan-bulan," kata Julia.

Hal yang menarik dari buku itu menurut Julia adalah sosok Nabi yang dideskripsikan sebagai nabi, bukan Tuhan, rendah hati dan berani menegakkan kebenaran. Mulai dari situ Julia akhirnya tahu Nabi Muhammad dan Islam.

"Selama saya baca buku itu Bapak Tua tidak pernah muncul di mimpi. Tetapi pas sudah selesai, beliau muncul lagi. Mungkin dia ngasih waktu saya buat baca. Terus dia tanya 'Gimana bagus nggak bukunya?' Kok dia tahu saya habis baca buku?" tanyanya.

Bahkan karena heran dan bingung Julia terus bertanya siapa Bapak Tua itu sebenarnya. Dan lagi-lagi dia tak menjawab hanya tersenyum sambil mengatakan suatu saat Julia akan tahu siapa dia.

Kejadian 'aneh' terus dialami Julia, kala itu dia bertemu dengan temanya yang baru pulang belajar agama Islam dari Kairo. Mereka bertemu dan mengobrol layaknya teman lama dan Julia tambah mengenal Islam dari dia.

Hal lainnya adalah setiap mendengar azan Magrib, Julia merasa hatinya tersentuh, dia menangis dan jika melihat orang salat hatinya bergetar. "Itu hampir setahun, tapi masih nggak ada niat mau pindah agama," katanya.

Bapak Tua itu kembali hadir di mimpi Julia dan bertanya apakah sudah lebih tahu tentang apa itu Islam. Julia menjawab iya hingga akhirnya yakin memeluk agama Islam, lalu Julia diajarkan Al-Fatihah dan syahadat dalam mimpi.

Bapak Tua itu juga mengatakan dalam waktu 2-3 hari ke depan akan ada seorang teman lama yang akan mengajak Julia ke masjid untuk bersyahadat. Namun lagi-lagi Julia bingung siapa teman lamanya, dan di masjid mana.

"Eh benar teman lama saya waktu kuliah sudah 10 tahun nggak ketemu tiba-tiba telepon, dia minta dianterin ke masjid ketemu bapaknya. Saya tanya 'Kenapa harus saya?', terus dia juga nggak tahu, rasanya ada yang nyuruh saja," kata Julia.

Di masjid itu Julia bertemu dengan salah satu penjaga dan dia bertanya apakah Julia tertarik pada Islam. Julia hanya tersenyum dan balik bertanya apakah bapak tersebut bisa membimbingnya membaca syahadat.

"Saya bilang 'Bapak bisa mensyahadatkan saya?' Bisa katanya. Teman saya sampai bengong dan akhirnya hari Jumat, Juli 2008 saya syahadat di masjid itu," ucap Julia.

(nwk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads