Salah satu check point yang disediakan adalah Pos Pemantau di Kedungwaringin, perbatasan Bekasi-Karawang.
"Imbauan kami sebenarnya wajib untuk ini. Pemudik ini tujuannya butuh istirahat. Sudah disediakan dan harapan kami pemudik motor tidak memaksakan terus jalan. Ini penting buat keamanan, keselamatan perjalanan mereka," ujar Kasat Lantas Polresta Bekasi, Kompol Andi Baso Rahman kepada detikcom, Selasa (14/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat juga disiapkan untuk mengecek kesehatan pemudik.
"Kami siapkan lengkap, karena Kedungwaringin ini jadi check point yang pertama dari Jakarta. Titik lelahnya ada di sini. Makanya pemotor supaya paham karena mereka jauh ada yang dari Tangerang, Jakarta Barat," sebutnya.
Meski masih agak sulit, namun sosialisasi agar pemotor bisa memanfaatkan check point terus dilakukan. Diakuinya, ada perasaan malas pemudik motor yang membawa anak dan istrinya untuk mampir ke check point.
"Sebagian belum menyadari, kami sudah bicara, tapi kadang mereka yang bawa anak tetap terobos dan malas berhenti. Padahal pemudik motor ini yang fisiknya paling terkuras," tuturnya.
Sementara, hingga H-3, pemudik yang sudah melintasi Kedungwaringin terus mengalami peningkatan. Dibandingkan sebelumnya, hari ini terjadi peningkatan volume kendaraan roda dua sekitar 60-70 persen.
Apalagi diprediksi Rabu besok akan menjadi puncak arus pemotor untuk mudik. Adapun data Pos Pemantau Kedung Waringin kendaraan roda dua yang melintas hari ini dari pukul 08.00 sampai 20.00 WIB mencapai 32.898.
"Meningkat 60-70 persen, cukup signifikan. Ini bisa lebih karena prediksi kami, pasca sahur nanti pemotor makin penuh. Puncaknya besok pagi dan Kamis lah," tuturnya.
(hat/jor)











































