"Diharapkan esok mulai Rabu (15/7) kami dapat menambah armada baru sebanyak 5 unit bus gandeng TransJakarta merek Scania yang dioperasikan di rute-rute padat penumpang," ujar Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih di sebuah rumah makan kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2015).
Kosasih menyebut, pihaknya juga akan mengoperasikan 15 unit bus berjenis sama pada akhir bulan ini. Dia mengatakan saat ini bus-bus tersebut masih menunggu proses perizinan operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses uji kelayakan operasional bus bisa memakan waktu hingga 3 bulan. Sehingga, bus pabrikan Swis tersebut didatangkan secara bertahap.
Total ada 51 unit bus gandeng merek Scania yang akan mengaspal di Ibu Kota. Kosasih berharap 20 unit bus Scania bisa beroperasi paling lambat akhir bulan ini, sementara sisanya didatangkan pada 31 Desember mendatang.
"Akhir tahun, 31 Desember datang lagi 30 unit," kata Kosasih.
Menurut Kosasih, perhitungan dari Dishub untuk 12 koridor secara ideal butuh 1.029 unit. Namun bus yang tersedia saat ini hanya berjumlah 823 armada, terdiri dari 228 bus gandeng dan sisanya single.
Setiap harinya dari 502 bus hanya 468 unit yang dioperasikan. Jika terdapat kondisi bus yang tidak layak, untuk sementara waktu Kosasih masih mentoleransinya.
"Bus ini jalan di Koridor 1 dan Koridor 9 karena nggak bisa banyak single. Nanti bus single sisa itu ke Koridor 6,4,3 dan 2. Itu 4 koridor utama yang kami butuh karena bus-busnya sudah tua," pungkasnya. (aws/dra)










































