Mereka yang terpental di antaranya adalah anggota Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh serta politisi PPP Ahmad Yani. Pansel sendiri enggan menjelaskan alasan orang per orang harus dicoret dari bursa capim.
"Ya jadi kita nggak bisa komentar mengenai orang per orang. Karena kita melihat kriteria untuk semuanya sama," kata Jubir Pansel KPK Betti Alisjahbana di Gedung Setneg, Jalan Veteran, Jakpus, Selasa (14/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dari situ kita tahu motivasinya, kita tahu karakternya dan kemudian kita juga pertimbangkan masukan-masukan dari masyarakat," lanjut Betti.
"Masukan-masukan dari masyakarat itu terutama kita lihat yang berkaitan dengan integritas dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan antikorupsi," sambung mantan Presiden Direktur IBM ini.
Hasil seleksi tahap II ini, menurut Betti, belum ditemukan adanya kandidat paling mumpuni. Makanya setelah ini akan digelar lagi profile assessment yang berlangsung 27-28 Juli mendatang.
"Karena melalui profile assessment itu kita bisa melihat profil dari masing-masing calon, termasuk profil kompetensinya. Jadi mulai dari sifat-sifatnya, karakternya, sampai ke kompetensi. Jadi setelah itu kita masuk ke bagian yang sangat penting, yaitu rekam jejak baik dari segi transaksi keuangannya, ketaatan di dalam membayar pajaknya, dan kita juga melihat lifestyle. Pada intinya kita ingin mendapatkan calon yang benar2 berintegritas," papar Betti panjang lebar. (mok/jor)











































