"Jadi percepatan itu adalah menyelesaikan batas wilayah perbatasan negara kita dengan 10 negara. Harus segera diselesaikan, tadi Wamnelu juga hadir," kata Tjahjo yang juga Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) usai rapat terbatas di Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (14/7/2015).
Tjahjo mengatakan percepatan pembangunan juga berarti merencanakan dan mengefektifkan pos-pos perdagangan di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga sehingga tidak ada ketimpangan ekonomi di wilayah perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara lebih rinci, Tjahjo mengatakan perbaikan di wilayah perbatasan dilakukan di tingkat kecamatan yaitu dari 187 kecamatan, ditargetkan 50 di antaranya selesai dibangun. "Ya puskesmasnya ada, pasarnya ada, jalannya baik, listriknya baik, sekolahnya ada," tutur mantan Sekjen PDIP itu.
"Secara fisik proyek diperbatasan itu jangan dikerjakan oleh orang Jakarta, harus mengoptimalkan pemborong yang ada didaerah," imbuhnya.
"Tapi untuk jalan-jalan itu diserahkan kerjasama dengan TNI, Zeni. Untuk pangkalan AL diserahkan ke AL, pangkalan AU serahkan ke AU sehingga terpadu untuk pembangunan perbatasan," tambahnya lagi. (bal/aan)











































