"Kesejahteraan, saya belum bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit seperti yang saya cita-citakan," ungkap Jenderal Moeldoko usai acara sertijab panglima TNI di Mabes Cilangkap, Jaktim, Selasa (14/7/2015).
Sebenarnya dalam masa kepemimpinannya, Moeldoko memperjuangkan kenaikan remunerasi, gaji, dan beberapa tunjangan prajurit. Hal itu sudah terwujud. Namun ternyata ada keinginannya yang belum tercapai dan menurut Moeldoko, negara belum mampu sepenuhnya memberikan kesejahteraan prajurit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Pangdam Siliwangi itu memberi contoh, prajurit TNI yang tewas dalam operasi masih belum sepenuhnya mendapat perhatian negara. Walau begitu, Moeldoko memaklumi bahwa memang ada keterbatasan dana dari negara.
"Mereka meninggal di daerah operasi, negara belum memikirkan dengan baik. Mestinya kalau prajurit meninggal di operasi, istrinya yang ditinggal harus punya rumah, harus itu karena siapa nanti yang urus dia," ucap Moeldoko.
"Saya pikir itu (karena minimnya anggaran). Di renstra pembangunan kesejahteraan prajuritlah di situ yang akan muncul," sambung jenderal bintang 4 tersebut.
Untuk itu, meski sudah tidak lagi menjabat sebagai panglima TNI, Moeldoko tetap akan membuka lebar-lebar pintu rumahnya untuk para prajurit. Saat Lebaran nanti, ia akan menggelar open house di rumahnya yang berada di kawasan Setu, Cilangkap.
"Lebaran nanti saya buka pintu untuk prajurit-prajurit saya, di Cilangkap, di rumah saya di Setu. Hari pertama seharian, (soalnya) saya mau pulang kampung setelahnya. Nanti saya buatkan opor, kambing guling, oke," tutup Moeldoko sambil tertawa. (ear/aan)










































