Sekjen PPP kepengurusan Djan Faridz, Dimyati Natakusumah, mengatakan komunikasi dengan kepengurusan Romahurmuziy sudah dilakukan. Namun hasilnya mentok.
"Dibahas semalam dalam pertemuan di rumah wapres dan ada kesepakatan yang ditandatangani. Semua setuju termasuk saya tapi Romy belum mau meneken," kata Dimyati saat dihubungi, Selasa (14/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepertinya sulit ya komunikasinya bila situasi dan kondisinya seperti itu yang ingin menang sendiri saat musyawarah mufakat," tutur Dimyati.
Sekjen Golkar hasil Munas Bali Idrus Marham sebelumnya menyatakan optimis kesepakatan untuk Pilkada serentak dengan kepengurusan Agung Laksono bisa terealisasi.
"Malam ini konsinyering untuk meng-clearkan itu. Saya punya keyakinan nama-namaya pasti lebih banyak sama karena untuk kebutuhan bersama dan Golkar juga," kata Idrus terpisah.
Karena itu dua kepengurusan tidak boleh mengklaim paling berhak menentukan calon meski PT TUN sudah menerima banding dengan hasil mengesahkan kepengurusan Agung.
"Nggak ada yang bisa klaim satu pihak saja yang teken. Itu disepakati bersama juga berdasar pertemuan semalam di kediaman Pak JK," ujarnya.
(fdn/tor)











































