Jasad kedua korban dikebumikan tak jauh dari kediaman di Kampung Pajagan RT 02 RT 07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, sekira pukul 08.00 WIB, pagi tadi. Korban Marno (32) dan Kania Nurmala (24) dimakamkan secara berdampingan oleh pihak keluarga.
Salah satu adik korban berteriak histeris dan pingsan sehingga harus dibopong keluar dari kompleks pemakaman. Kepada detikcom Kepala Desa Cikahuripan Heri Suryana menyebut kedua korban sudah bercerai, namun sebatas talak dan tidak tercatat di pihak desa.
"Menikahnya resmi, tapi tidak ada catatan cerai, saya cek pun tidak ada catatannya di kantor. Itu juga menurut pihak keluarga," jelasnya.
Pihak keluarga kedua korban sempat memberikan keterangan berbeda. Keluarga korban pria menyebut keduanya masih berstatus pasutri, sementara keluarga perempuan menyebut kedua korban bercerai sejak setahun yang lalu.
"Bercerai sudah setahun, tapi belum secara negara (persidangan) baru ucapan dari si pria. Mungkin di belakang, keduanya masih sering bertemu tanpa sepengetahuan keluarga," ujar Nanang (50), kerabat korban perempuan.
Sementara kerabat korban laki-laki, Joko Hartanto (49) sempat menyebut keduanya masih berstatus pasutri dan baru berniat akan bercerai. "Hasil dari pernikahan mereka dikaruniai seorang anak," ujarnya.
Korban Marno diketahui bekerja sebagai penjual es durian di kawasan wisata Palabuhanratu. Keluarga sempat mencari keberadaan korban, hingga akhirnya mereka dihubungi polisi bahwa korban telah meninggal di hotel. Saat ditemukan, keduanya masih mengenakan pakaian lengkap. Mayat pria dalam posisi menggantung di kusen pintu kamar mandi, sedangkan wanitanya ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur hotel. (try/rul)











































