Saat itu sesungguhnya angin laut bertiup kencang di luar dek 5 KM Dobonsolo, langit pun masih gelap saat hanya terdengar suara air laut yang lalu dipecah kapal. Di salah sudut kapal itulah para pemudik mengantre wudu dari 4 keran yang mengucurkan air.
(M Iqbal/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesekali tubuh yang khusyuk menghadap Tuhan itu bergoyang kecil ke arah kiri, kadang ke kanan atau ke belakang dan depan, mengikuti irama ombak di lautan. Tapi suasana satu ruangan kapal yang disulap menjadi musala itu tetap hening, hanya suara imam salat dan air laut yang terdengar.
(M Iqbal/detikcom) |
"Ihdinash shirattal mustaqim.. Shirattal ladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdubi 'alaihim waladdhallin..." suara imam dari barisan depan disusul sahutan "Amiin..." dari jamaah salat.
Penggalan bacaan salat di atas berarti: "Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Karena terbatasnya ruangan musala, selesai salat berjamaah gelombang pertama, menyusul jamaah berikutnya yang baru selesai wudu untuk salat berjamaah. Selesai salat, ada yang kembali ke dek tempat tidur masing-masing, namun tak sedikit yang melanjutkan dengan membaca al-quran di musola.
Potret kekhusyukan salat subuh di atas kapal itu, juga berulang untuk jadwal salat lainnya, termasuk salat tarawih yang dilakukan setelah salat Isya. Para pemudik itu adalah rombongan pemudik gratis dari Jakarta menuju Semarang yang difasilitasi Kemenhub dengan menggandeng PT Pelni.
Setibanya di Semarang, Minggu (12/7/2015) pagi lalu, para pemudik dengan wajah sumringah pun turun dari tangga kapal. Mereka akan melanjutkan perjalanan dengan motor menuju kampung halaman masing-masing yang tak jauh dari Kota Semarang.
Melanjutkan ibadah berikutnya yaitu bersilaturahmi dengan keluarga besar, juga menyiapkan diri untuk kekhusyukan lain merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal dan memanjatkan doa-doa lain untuk bulan-bulan setelah sebulan puasa di bulan Ramadan.
Halaman 2 dari 1












































(M Iqbal/detikcom)
(M Iqbal/detikcom)