Tumbuh dan besar di lingkungan keluarga non muslim selama hampir 25 tahun tak membuat Sebastian luput dari hidayah Islam. Islam hadir di hati pemuda ini sejak ia berusia 16 tahun.
Sebastian bercerita kepada tim Jazirah Islam, kisahnya mengenal Islam di mulai dari ketidaktenangan hatinya sebagai seorang remaja yang mempertanyakan identitas diri. Sebastian terus berusaha mencari jati diri dengan mempelajari hampir semua aliran agama yang ia ketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Sebastian adalah satu-satunya muslim yang ada di dalam keluarganya. Seluruh keluarga besarnya memeluk agama lain sejak dulu kala. Namun kehidupan mereka tetaplah harmonis sebagaimana layaknya sebuah keluarga bahagia.
(Eko Hamdjah - Trans7) |
Hal ini tidak lepas dari dukungan Ariadne Westerkamp, ibunda Sebastian. Wanita yang pernah tinggal di Indonesia ini memahami keputusan anaknya untuk memeluk Islam. Ia tak pernah melarang Sebastian untuk menentukan pilihan hatinya.
Tak puas memotret kisah Islam di ibukota Athena, tim Jazirah islam bergeser menuju Komotini. Salah satu kota yang menjadi bagian dari "Western Thrace" yaitu kantong muslim terbesar di Yunani. Dan dari sinilah kisah kebesaran Islam mulai terlihat.
Saksikan kisah muslim di negara non muslim, hanya di program "Jazirah Islam" yang tayang selama Ramadan, dari Senin-Jumat pukul 05.15 WIB Β di TRANS7
Halaman 2 dari 1












































(Eko Hamdjah - Trans7)