BG kemudian memantau dengan mengelilingi Pelabuhan Merak dengan menggunakan bus yang telah disediakan. Tanpa turun dari bus, BG didampingi Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafly Amar, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nafri, serta Kepala Cabang ASDP Merak Yanus Lentanga memantau mulai dari dermaga lima hingga dermaga satu.
BG menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota kepolisian untuk memaksimalkan penjagaan pada saat puncak arus mudik 2015 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya pun meminta agar tenaga para anggota kepolisian di Polda Banten di efektifkan. Masalah keamanan seperti calo, jambret, copet, pungutan liar (pungli) hingga pelecehan seksual harus diantisipasi dengan baik demi kenyamanan para penumpang kapal.
"Jam kurang padat bisa dikurangi (personil kepolisian), untuk menjaga stamina anggota. Karena kita main panjang sampai arus balik. Personil, materil, dan peralatan kita digelar untuk mengamankan arus mudik," paparnya.
Wakapolri juga mengatakan bahwa untuk saat ini, kondisi arus mudik baik di Pelabuhan Merak, maupun di Indonesia secara keseluruhan masih relatif terkendali. "Saya lihat siap, dan cukup bagus, semoga bisa dipertahankan hingga arus balik," ungkapnya.
Pada tahun ini, BG juga menjelaskan adanya peningakatan pemudik sebanyak 30 persen. Sementara untuk puncak mudik diprediksi akan terjadi pada Selasa (14/7) malam atau pada H-3. "Prediksi jika dilihat dari tahun lalu, dan perdiksi intelejen kami, besok malam akan menjadi puncak arus mudik dan diprediksi terjadi sampai 17 juli," ungkapnya.
Sementara terkait pengamanan, BG mengatakan belum ada niatan akan menambahkan personel karena dinilai masih terkendali. "Jika diperlukan akan ada tambahan. Karena, masih ada tim cadangan yang siaga di Mabes Polri," ujarnya. (Hbb/Hbb)











































