Hal itu diungkapkan Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf Zainul Bahar dalam siaran persnya. Zainul mengatakan empat orang yang berselisih paham tersebut adalah Prada Raden Putra Irianto Kusuma, Praka Ari Wahyu Wibowo (dari Penerbad) dan Barada Hermawanto, Barada Hari Daryogi (dari Brimob). Mereka dipertemukan dalam mediasi di Makopomdam IV/Diponegoro hari Minggu (12/7) sore kemarin.
"Hasil dari mediasi tersebut, disepakati bahwa masing komandan satuan akan memproses anggotanya yang terlibat sesuai protap satuan masing-masing. Selanjutnya dari kedua belah pihak saling memaafkan dan menganggap kesalah pahaman tersebut telah selesai," kata Zainul dalam siaran persnya, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pada saat mediasi tersebut menjelang buka puasa maka dilakukanlah buka puasa bersama. Pada saat berbuka puasa bersama ke empat orang yang berselisih tadi saling berangkulan dan memaafkan satu sama lain, serta melakukan saling suap menyuapi," jelas Kapendam.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun detikcom, selain Praka Raden dan Praka Ari yang terluka, ada dua anggota Brimob yang juga terluka saat 150 anggota Penerbad mendatangi Mako Brimob, mereka adalah Barada Yulianto dan Brigadir Tri Mulyanto.
Meski demikian dua belah pihak yang terluka juga sudah saling memaafkan. Kabid Humas Polda Jateng, A Liliek Darmanto mengatakan saat ini penanganan internal masih ditangani masing-masing pihak. Ia menekankan permasalahan sudah selesai.
"Sudah clear, yang luka-luka sudah tidak apa-apa, sudah saling memaafkan, dari sana (Penerbad) juga sudah minta maaf," pungkas Liliek.
(alg/Hbb)











































