Silmy mengaku mendapat respons positif dari JK perihal produk baru Pindad itu. Bahkan JK bertanya mengenai pemesanan produk kaliber besar itu.
"Saya laporkan Pindad sudah bisa membuat amunisi kaliber besar. Beliau (JK) tanya, sudah dipesan atau belum? Saya jawab belum," ujar Silmy saat ditemui wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2015).
Silmy mengatakan, Wapres JK ingin agar produk itu bisa segera digunakan. Untuk itu, Pindad didorong untuk mencari pengguna, terutama dari dalam negeri, yakni TNI dan Polri.
"Dia bilang, saya dorong pengguna, TNI gunakan amunisi kaliber besar. Bagaimana juga dengan TNI, saya sampaikan pesanan Polri. beliau concern karena beliau yang dulu inisiasi (tank) Anoa," jelas Silmy. (jor/Hbb)











































