Gunawan mengucap syahadat pada 13 September 2014. Status mualaf yang disandangnya membuat ibadah yang biasa dilakukan umat Islam seperti salat, puasa dan membaca Alquran merupakan sesuatu yang baru untuknya. Dia harus banyak belajar untuk bisa menjalankan ibadah itu semua.
"Kalau belajar ngaji saya belum bisa. Salat wajibnya saya sudah hafal, saya baca pakai ingatan saya dan saya harus tahu artinya," ucap Gunawan saat berbincang dengan detikcom di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harus menahan lapar selama 13 jam tapi saya sanggup karena niat. Dari kecil sampai umur 42 tahun, saya sekalipun tidak pernah puasa seperti ini," ucapnya.
Sebelum masuk bulan Ramadan, Gunawan sudah melatih dirinya untuk berpuasa. Mulai dari puasa setiap hari Senin dan Kamis.
"Awal belajar puasa Senin-Kamis itu berat sekali, yang pasti buat saya berat itu nahan minum yah, karena saya kan hidup di jalan, haus itu yah," ujar pria yang menikah satu bulan lalu.
Kini hari-hari dilalui Gunawan dengan belajar agama, dia ingin agar bisa membaca Alquran dengan lancar dan menjadi muslim yang baik agar bisa menjadi imam di keluarganya.
"Istri saya juga tidak terlalu paham agama, saya yang ngajarin salat dan membimbing dia. Dia banyak keliru," ujarnya.
(slm/nwk)










































