"Cerita politik dinasti ini kan sebenarnya sudah terdengar tahun 2010 lalu menjelang Pilkada," kata Aisya Ulfa Syafii, calon Bupati Kediri dari Golkar yang berupaya menumbangkan dinasti politik yang sudah mengakar belasan tahun tersebut, saat berbincang dengan wartawan, Senin (13/7/2015).
Saat itu istri pertama Sutrisno, Hariyanti bertarung dengan madunya, Nurlaila. Pertarungan pun berlangsung sengit, bak dua kubu yang bertarung serius memperebutkan kursi Bupati Kediri. Seolah mereka berdua tak punya seorang suami yang sama yakni Sutrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perang dingin 2 istri bupati Kediri dalam proses pencalonan pemilihan bupati periode 2010-2015 itu pun berlangsung panas, bahkan kadang diwarnai kericuhan. Keduanya menolak saling jabat tangan dalam kegiatan debat calon bupati dan wakil bupati.
Namun pada akhirnya sang Mbok Wek yang menang. Itu pun karena sang suami tercinta, Sutrisno, meminta sang istri muda mengalah.
"Akhirnya kan yang muda disuruh mundur, tapi namanya politik kan kita nggak tahu ya apa itu strategi," kata Aisya mengakhiri cerita politik dinasti yang kembaliย terulang menjelang Pilkada 2015 nanti.
Memang yang akan berlaga di 2015 tak ada lagi Nurlaila sang istri kedua yang kalah di Pilkada 2010. Namun ada Sayekti istri ketiga Sutrisno yang akan berlaga di Pilkada. Apakah warga Kediri akan diam saja dipertontonkan politik dinasti semacam ini? (van/try)











































