"Setelah memeluk Islam saya jadi lebih sabar. Dulu saya temperamen dan 'nakal'," ucap Gunawan saat berbincang dengan detikcom di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2015).
Menurutnya apa yang dilakukannya di masa lalu adalah semua hal yang dilarang agama. Gunawan menyesal dan bertekad tak akan mengulanginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunawan yang dulunya merupakan pengusaha sukses di bidang konveksi ini dulu biasa hidup dalam kemewahan. Namun suatu ketika usahanya bangkrut dan harus gulung tikar.
"Pendapatan saya bisa ratuan juta setiap bulan," ucapnya.
Kebangkrutan itu justru membuat Gunawan menemukan indahnya Islam. Di Islam dia menemukan ketenangan dan kenyamanan.
"Begitu saya jatuh, saya cari ketenangan dan ketemu di Islam. Saya imani, saya nyaman dan saya tenang," ujar pria yang tinggal di Sunter ini.
Gunawan yang mengucap syahadat pada 13 September 2014 itu kini lebih ikhlas menjalani hidup. Harta berlimpah yang hilang tiba-tiba tak membuatnya berputus asa.
"Sekarang saya freelance, nggak punya apa-apa, ya santai saja, yang penting ikhtiar. Ada saja jalan dan rezeki," ucap pria yang baru menikah 1 bulan lalu ini.
"Bagi saya nggak terlalu penting hal-hal yang berbau duniawi, karena yang dunia itu pasti sudah ada yang atur. Sekarang yang kita carikan yang nggak pasti, apa itu ya, bekal kita untuk ke akhirat," tambahnya.
(slm/nwk)











































