Kemenhub: Infrastruktur di Tol Cipali Bagus, Tak Berimbas Terjadinya Kecelakaan

Kemenhub: Infrastruktur di Tol Cipali Bagus, Tak Berimbas Terjadinya Kecelakaan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 12:59 WIB
Kemenhub: Infrastruktur di Tol Cipali Bagus, Tak Berimbas Terjadinya Kecelakaan
Foto: istimewa
Jakarta - Tahun ini pemerintah telah meresmikan Tol Cipali untuk mengurai kemacetan arus mudik 2015. Namun kecelakaan sempat mewarnai saat tol baru dibuka. Namun dari hasil analisis sementara mayoritas kecelakaan yang terjadi tunggal dan tidak melibatkan kondisi infrastruktur.

"Sebagaimana tadi Pak Ditlantas sampaikan untuk hati-hati dijalan patuhi rambu lalu lintas termasuk batas maksimum kecepatan," ujar Direktur Keselamatan Lalu Lintas Kemenhub, I Gede Pasek Swatika dalam kesempatan pelepasan truk pengangkut pemudik gratis sepeda motor di kantor, Buloga, Jalan Perintis Kemerdekaan Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/7/2015).

Tingginya korban kecelakaan lalu lintas membuat kemenhub, Polisi, dan Kemen PU selaku pembuat infrastruktur melakukan evaluasi. Hasilnya didapatkan mayoritas kecelakaan yang terjadi tunggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya itu bukan berkaitan dengan infrastruktur melainkan 75% akibat mengantuk, 14% lengan, 5% ketidaksiapan kendaraan sehingga kalau dijumlah kurang lebih 90% sisanya Infrastruktur bahwa tol Cipali butuh perlu tambahan rambu perlengkapan jalan itu betul hasil lab uji fungsi juga Kemenhub memberikan rekomendasi marka dan run down street untuk memberikan kewaspadaan kepada pengguna jalan," paparnya

Ia mengatakan secara keseluruhan Tol Cipali siap dioperasikan. Ia meminta ketika di Tol Cipali nanti pengemudi truk tidak melaju batas kecepatan yang telah ditentukan.

"Maksimum 100 Km/jam bahkan karkolantas menghimbau minimal batas laju kendaraan 70 sampai 80 km/jam. Tips dari kami kendalikan kecepatan karena banyak pengemudi yang tidak sadar akan kecepatan laju kendaraan saking nyamannya kontur jalan sehingga mereka melaju hingga 120 Km/jam dan tak merasakan risiko maut yang menanti," tandasnya. (edo/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini