Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Metro Kombes M Iqbal, di Mapolda Metro, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12.15 WIB, Senin (13/7/2015). Olah TKP disupervisi oleh tim dari Puslabfor Mabes Polri.
"Olah TKP masih berjalan. Puslabfor Mabes Polri hari ini mau meneliti lebih jauh. Mencari alat bukti untuk mengetahui apa penyebab kebakaran," ujar Iqbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal mengatakan, Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi. Menurut keterangan mereka, kebakaran besar terjadi karena dipicu oleh ledakan yang terjadi sebelumnya.
"Menurut 5 saksi yang kita periksa, terjadi ledakan yang berakibat kebakaran besar," tutur Iqbal.
Sebanyak 6 orang meninggal dan 52 lainnya mengalami luka bakar akibat kejadian ini.
PT Mandom yang berlokasi di kawasan industri MM 2100 Bekasi terbakar pada Jumat (10/7) lalu. Kebakaran di perusahaan yang memproduksi hairspray itu diduga karena ada kebocoran gas tak berbau berjenis Aerosol.
"Kemungkinan ada kebocoran gas di sekitar situ. Kemungkinan gas aerosol. Karena di situ khusus memproduksi hairspray," kata Direktur Produksi PT Mandom, Tugiyono, di Jakarta, Minggu (12/7).
(rna/rni)











































