Rupanya wilayah yang disinggahi dr Riny dan kawan-kawan itu bukan sama sekali tak tersentuh sarana dan prasarana kesehatan. Puskesmas dan Posyandu juga sudah ada di titik yang dianggap 'dekat' dengan lokasi, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
"Pukesmas juga ada di sana, tetapi memang kondisinya cukup memprihatinkan. Ada dipan, tetapi tidak ada kasurnya. Jadi langsung kayu begitu saja," kata dr Riny saat berbincang inspiratif bersama detikcom, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi ketersediaan obat-obatan yang mungkin seadanya. Itulah yang membuat dr Riny mencetuskan ide dokter terbang, sehingga pelayanan kesehatan dapat terbarui beberapa bulan sekali.
"Kemudian juga ada Posyandu di sana. Puji Tuhan, mereka terbantu dengan adanya itu," ungkap Riny.
Tugas para dokter terbang bukanlah untuk menggantikan tenaga medis yang ada. Mereka terbang ke wilayah itu sekedar untuk membantu masyarakat.
"Kita enggak mau mengganggu rutinitas yang ada. Niat kami hanya membantu saja di sana, dan bila memang masih ada kekurangan maka kami tak mau sok menggurui," tutur dr Riny.
Padahal ada cukup banyak penyakit yang menhantui masyarakat Intan Jaya. Penyakit terbanyak adalah ISPA hingga patah kaki. Riny pun mengakui bahwa mereka juga memiliki keterbatasan dalam membawa alat-alat. Maka dia menganggap aksi heroik yang dilakukan itu masih belum cukup dibilang besar.
Namun niat kecil itu dibalas dengan senyuman luar biasa dari masyarakat. Tak ayal mereka pun diminta untuk sering datang ke sana, bahkan menetap.
Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/van)











































