Matahari Terbit Pukul 02.00, Hafiz Puasa 20 Jam Sambil Pelesir di Stockholm

Ramadan 2015

Matahari Terbit Pukul 02.00, Hafiz Puasa 20 Jam Sambil Pelesir di Stockholm

Hafiz Budi Firmansyah - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 11:20 WIB
Matahari Terbit Pukul 02.00, Hafiz Puasa 20 Jam Sambil Pelesir di Stockholm
Foto: dok. pribadi
Stockholm - Pesawat hampir mendarat di bandar udara Skavstla, Swedia, Stockholm. Pimpinan penerbangan mengatakan bahwa suhu di luar cukup baik, berkisar antara 20-23 derajat Celcius.  

Sesaat sebelum mendarat, terlihat hamparan perkebunan tradisional lengkap dengan rumah kayu khas bercerobong asap khas Eropa utara. Dalam tiga hari ke depan saya akan menghabiskan waktu di ibukota Scandinavia, begitu orang-orang sana menyebutnya Stockholm, untuk berekreasi.

Stockholm, kota yang posisinya di utara Bumi ini memiliki siklus Matahari yang cukup panjang ketika musim panas tiba. Pada musim panas yang jatuh antara bulan Mei sampai Juli, waktu siang menjadi jauh lebih lama. Dengan kata lain, tidak seperti di Indonesia di mana siang berlangsung selama 12-13 jam, di Stockholm, matahari bersinar selama 20 jam per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi warga Stockholm dan warga Uni Eropa pada umumnya, ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Mereka sangat senang ketika sinar matahari membakar kulit mereka. Namun, tidak demikian bagi Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sengatan matahari pada awalnya biasa saja. Tapi, lama kelamaan menimbulkan rasa haus dan gerah yang luar biasa. Ditambah lagi restoran dan kafe yang selalu buka tanpa mengenal Ramadan. Para pengunjung menikmati minuman bersoda dan teh di teras restoran. Hal tersebut tentu saja menambah godaan dalam menjalankan ibadah puasa.

Dari semua cobaan tersebut, cobaan yang paling berat adalah ketika harus bangun untuk sahur pada pukul 01.30 dini hari. Matahari yang segera terbit pada pukul 02.00 pagi mengharuskan saya untuk menyiapkan makan sahur malam sebelumnya.

Strategi agar dapat menahan lapar dan dahaga hingga terbenamnya matahari yang baru akan tiba pada pukul 22.00 malam adalah dengan memperlambat makan sahur. Sedapat mungkin makan sahur didekatkan dengan waktu Imsak. Agar energi tetap tersedia di dalam tubuh, menu makan sahur yang saya siapkan adalah: mie goreng, air 1,5 liter, susu dan sereal cair.

Ibadah puasa yang saya lakukan mendapat komentar menggelitik dari teman perjalanan saya, seorang Prancis. Ia berkata, bagaimana bisa saya tidak makan dan minum selama 20 jam, sambil berjalan-jalan dan di tengah sengatan matahari musim panas.

Saya pun menjawab, dijalankan saja  dan tak perlu dipikir. Kalau dipikir memang terasa sangat berat. Apalagi dijalankannya dengan jalan-jalan, mudah-mudahan hati senang sehingga tidak teringat rasa lapar dan haus. Dengan sedikit bercanda, saya mengajaknya untuk berpuasa bersama saya di hari kedua.

Tertarik dengan pembicaraan saya, di hari kedua, ia mencoba untuk melakukan puasa bersama saya. Meskipun, sebenarnya ia tidak benar-benar puasa karena ia masih minum air putih dan mengkonsumsi biskuit. Tapi, paling tidak ia tidak mengambil sarapan, makan siang dan makan malam.

Tepat pukul 22.07 waktu Stockholm, matahari mulai terbenam. Aplikasi di telepon genggam saya mengeluarkan suara azan. Saat buka puasa telah tiba. Saya dan teman saya berbuka puasa di salah satu minimarket dekat dengan penginapan. Kebetulan penjaga minimarket adalah seorang Turki yang juga menjalankan ibadah puasa. Ia bercerita kepada saya, besarnya tantangan muslim Swedia dalam melaksanakan puasa.

Pada awalnya saya kira, berpuasa dengan durasi 20 jam di Stockholm sudah termasuk kategori cukup lama. Setelah mendengar cerita dari sang penjaga toko tersebut, ternyata masih ada yang lebih lama dari kota ini. Di bagian paling utara Swedia, ia memiliki saudara yang tidak pernah melihat matahari terbenam. Dengan kata lain, pada musim panas matahari bersinar 24 jam non stop.

*) Hafiz Budi Firmansyah, Kandidat Master Informatics University Of Paris 7, France. Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia Master LPDP.

(slh/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads