Jarak Buka dan Sahur Hanya 5 Jam, Begini Yuyuk Jalani Puasa di Glasgow

Ramadan 2015

Jarak Buka dan Sahur Hanya 5 Jam, Begini Yuyuk Jalani Puasa di Glasgow

Yuyuk WM Putri - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 10:40 WIB
Jarak Buka dan Sahur Hanya 5 Jam, Begini Yuyuk Jalani Puasa di Glasgow
Kegiatan tarawih di Glasgow (Foto: Dok Yuyuk)
Glasgow - Bulan suci Ramadan tahun 2015 ini jatuh bertepatan dengan musim panas di benua Eropa, termasuk di Kota Glasgow, Skotlandia, tempat saya menimba ilmu selama 10 bulan terakhir. Hal yang istimewa dalam menjalankan ibadah shaum Ramadan di musim panas ini adalah waktu berpuasa yang tergolong cukup panjang.

Puasa di Glasgow durasinya 19 jam, karena matahari baru terbenam setelah pukul 22.30 dan sudah terbit lagi pada pukul 03.00. Otomatis, hanya tersisa waktu selama lebih kurang 5 jam saja untuk melaksanakan berbagai kegiatan sejak berbuka puasa, sekitar pukul 22.15, hingga makan sahur sebelum datangnya Subuh pada pukul 02.45.

Sempitnya waktu yang ada dan banyaknya hal yang harus dikerjakan membuat kami harus pandai-pandai berstrategi, termasuk mengatur waktu istirahat. Terutama mengingat bahwa setiap malam di bulan Ramadan ini kami harus begadang agar tidak sampai terlewat salat Tarawih atau pun makan sahur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mensiasati agar tidak mengantuk saat melaksanakan salat Tarawih dan sanggup membuka mata hingga Subuh tiba, biasanya kami mencuri waktu untuk bisa tidur sejenak di sore hari antara pukul 18.00 hingga 20.00. Terbukti, istirahat di waktu ini sangat membantu untuk menjaga kebugaran tubuh. Waktu sekitar 2 jam yang tersisa sebelum adzan Maghrib biasanya digunakan untuk melaksanakan salat Asar, mengkaji Alquran, hingga menyiapkan hidangan berbuka.

Pemanfaatan waktu 5 jam sejak Magrib hingga Subuh tak kalah serunya. Saat tiba waktu berbuka atau iftar, biasanya kami langsung menyantap dulu takjil yang sudah disiapkan. Beruntung, beberapa dari kami, sesama pelajar muslim Indonesia, tinggal berdekatan. Sehingga buka puasa ini biasanya kami lakukan bersama-sama dan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di flat. Selesai salat, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Hidangan yang dimasak beramai-ramai ini terasa makin nikmat karena kebersamaan dengan teman-teman.

Sekitar pukul 23.30, lebih kurang satu jam setelah azan Magrib, masuklah waktu Isya. Maka kami pun segera mengemasi peralatan bekas makan dan kembali menggelar sajadah untuk melaksanaan salat Isya berjamaah. Selesai Isya, kami kemudian melanjutkan dengan salat Tarawih 8 rakaat dan ditutup dengan salat Witir. Rangkaian ini biasanya selesai saat waktu menunjukkan lewat tengah malam, dan hari pun telah berganti.

Kini, tinggal tersisa waktu 2,5 jam sebelum kami kembali berpuasa untuk hari selanjutnya. Biasanya, ini dimanfaatkan untuk bertukar cerita, diskusi tentang berbagai hal di kampus, membaca Alquran, hingga menata kembali hidangan untuk sahur. Sekitar pukul 02.00 kami mulai makan sahur, tak lupa mengkonsumsi vitamin dan berusaha untuk banyak minum air putih. 45 Menit kemudian waktu Subuh tiba, kami pun menutup rangkaian malam dengan salat Subuh berjamaah dan siap untuk berpuasa kembali selama 19 jam keesokan harinya.

Alhamdulillah, dengan melaksanakan strategi pengaturan waktu, panjangnya waktu berpuasa dan sempitnya waktu berbuka ini dapat disiasati dan ibadah Ramadan pun dapat dilakukan dengan baik.

Salam hangat dari Glasgow.

*) Yuyuk WM Putri, Postgraduate Student Program Engineering with Management University of Glasgow, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow.

*) Artikel ini terselenggara atas partisipasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia

(slh/nwk)


Berita Terkait