"Kami memang tidak menyiapkan baju safety yang anti api untuk ruang aerosol. Tetapi kalau di area primer tentu kami sediakan," ujar Direktur Produksi PT Mandom Indonesia Tugiyono dalam jumpa pers di Hotel Grand Mahakam, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2015).
Sejauh ini PT Mandom masih menunggu hasil perekaman terkait kejadian. Dengan demikian belum ada kesimpulan pasti mengenai penyebab kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Area itu (ruang aerosol) seharusnya aman. Maka dari itu kami tak sediakan baju anti api. Tetapi kalau APAR (Alat Pemadam Api Ringan) tentu kami siapkan, karena kami perusahaan multinasional," imbuh Tugiyono.
PT Mandom juga masih menunggu kesimpulan polisi mengenai terdengarnya dua ledakan pada saat kejadian. Mereka pun membantah bila kebocoran sudah ada sejak lama.
"Mengenai ada isu kalau ada korban yang mencium bau gas, itu perlu didalami karena sebagai produsen kosmetik seharusnya gas yang digunakan tak mengandung bau," kata Tugiyono.
Sementara itu kondisi peralatan dan mesin disebut masih dalam kondisi baik. Mesin tertua yang ada di lokasi kejadian disebut masih berumur 4 tahun.
"Ambang batas kami adalah sampai 8 tahun. Kecuali kalau maintenance-nya buruk, tentu langsung diganti," imbuh dia.
(bpn/imk)











































