Imbas Gunung Raung, Bandara Ngurah Rai dan Blimbingsari Ditutup Lagi

Gunung Raung Meraung

Imbas Gunung Raung, Bandara Ngurah Rai dan Blimbingsari Ditutup Lagi

Nograhany Widhi K - detikNews
Minggu, 12 Jul 2015 10:32 WIB
Imbas Gunung Raung, Bandara Ngurah Rai dan Blimbingsari Ditutup Lagi
Foto: Dhani Irawan (Dokumentasi)
Jakarta - Notice to Airmen (NOTAM) untuk 2 bandara yang terdampak abu vulkanik letusan Gunung Raung diperpanjang. Bandara Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi ditutup kembali.

"Bandara Blimbingsari Banyuwangi ditutup pukul 07.00 WIB," demikian papar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata saat dikonfirmasi Minggu (12/7/2015).

Sedangkan Bandara Ngurah Rai Denpasar, ditutup pukul 09.00 WITA atau pukul 08.00 WIB. Kedua bandara tersebut sempat dibuka pada Sabtu (11/7) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Raung yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso saat ini masih terus aktif mengeluarkan abu vulkaniknya. Namun aktivitas kegempaan tremor (gempa di kedalaman) malah menurun. Penurunan gempa tremor ini mencapai 28 mm.

Menurut Kepala Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Raung, Balok Suryadi, gempa tremor Gunung Raung sejak kemarin, Sabtu (11/7) hingga saat ini menurun.

"Menurut data yang terekam PPGA Gunung Raung, sejak dinyatakan siaga, gempa tremor mencapai 29 mm, namun sejak kemarin menurun menjadi 28 mm," ujarnya kepada detikcom, di PPGA Raung, Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Minggu (12/7/2015).

Menurutnya, meski ada penurunan kegempaan tremor, aktivitas vulkanik Gunung Raung tetap berlangsung. Gunung setinggi 3.332 mdpl ini tetap mengeluarkan abu tebal kehitaman. Selain itu, diselingi dengan suara gemuruh pelan dan terkadang keras.

"Aktivitas vulkaniknya terus. Abu juga terus keluar," tambahnya.
Halaman 2 dari 1
(nwk/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini