Ini Titik Kemacetan di Jalur Selatan Jabar

Jalur Mudik 2015

Ini Titik Kemacetan di Jalur Selatan Jabar

Baban Gandapurnama - detikNews
Minggu, 12 Jul 2015 08:19 WIB
Ini Titik Kemacetan di Jalur Selatan Jabar
Ilustrasi (Foto: Agung Pambudhy)
Bandung -

Bertepatan arus mudik dan balik Idul Fitri 2015, Polda Jawa Barat sudah memetakan lokasi-lokasi rawan kemacetan di sepanjang jalur selatan. Area wilayah jalur selatan meliputi daerah Cianjur-Cimahi-Kota Bandung-Kabupaten Bandung-Sumedang-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar.

Rute tersebut menjadi lintasan utama kendaraan pemudik yang menuju ke arah Jawa Tengah. Polisi mengimbau pemudik agar menjaga keselamatan diri dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian.

"Wilayah Cianjur terdapat titik kemacetan di kawasan Tiga Berlian dan Pasir Tulang. Untuk area Cimahi situasi rawan macet berada di Jalan Raya Tagog dan Padalarang," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Minggu (12/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Bandung ada empat tempat kepadatan kendaraan yaitu di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Djuanda, Jalan Mochamad Toha, Pasupati dan Simpang Lima. Untuk wilayah Kabupaten Bandung, sambung Pudjo, kemacetan sering berlangsung di ruas jalan kawasan Paslon, Cileunyi, Nagrog, Pamucatan, Tanjakan Nagreg, Cikaledong, Astro dan Ciaro.

Bergeser ke Sumedang, penumpukan kendaraan kerap terjadi di depan Kahatex dan kawasan Cimanggung. Memasuki wilayah Garut, potensi macet biasanya menyergap jalur Malangbong-Limbangan dan Kadungora-Cilawu.

"Kalau di Tasikmalaya Kabupaten, titik macetnya Singaparna, Cikalong dan Cipatujah," ujar Pudjo.

Dia melanjutkan, Tasikmalaya Kota lokasi macet di Gentong dan Pamoyanan. Untuk Ciamis, arus lalu lintas biasa tersendat di sepanjang kawasan Ciamis Kilometer 129-131. Sementara di daerah Banjar, menurut Pudjo, penumpukan kendaraan kerap terjadi di zona Banjar Atas.

"Cara bertindak penanganan titik macet antara lain melakukan patroli atau mengawasi ekor antrean agar tidak ada kendaraan melambung ke jalur berlawanan. Petugas juga melaksanakan pengamanan serta penjagaan dan pengaturan jalan," kata Pudjo.

Sebanyak 31.912 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal kelancaran dan keamanan arus mudik serta balik lebaran 2015. Personel terdiri unsur Polisi, TNI, pemerintah daerah dan potensi masyarakat. Kegiatan bersandi Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini berlangsung mulai 10 Juli hingga 25 Juli.

(bbn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads