Data MBKG Pekanbaru, berdasarkan pantauan satelit Terra/Agua untuk Riau sebaran titik panas berjumlah 82. Data itu dihitung pada Sabtu (11/7/2015) pukul 16.00 WIB dan berlaku sampai Minggu (12/7/2015) pukul 07.00 WIB.
Sebaran 136 hotspot tersebut, selain ada ada 14 di Jambi, 1 di Lampung, 14 di Sumsel dan 25 hotspot di Sumut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sebaran itu confiden 70 persen atau sekitar 49 titik panas di Riau. Sedangkan data standar indeks pencemaran udara di Pekanbaru memasuki level sedang dan mengarah tidak sehat," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin kepada wartawan.
Berdasarkan keterangan Polda Riau, sejumlah polres saat ini bekerjasama dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat harus berjibaku untuk memadamkan api di hutan. Kobaran api di kawasan hutan, kian tak terkendali.
Data lainnya, diketahui ada 200 hektar kawasan hutan taman nasional Tesso Nilo juga terbakar. Tim kesulitan melakukan pemadaman karena medan yang sulit ditembus dengan berjalan kaki.
Di kawasan taman nasional, pemadaman api terpaksa dilakukan dengan menggunakan bantuan heli dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Semakin meluasnya kebakaran hutan saat ini, Pemprov Riau sudah meminta bantuan BNPB untuk segera memperbantukan 2 heli. Ini diperlukan untuk segera membantu mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di Riau. (cha/hri)











































