"Ini (penggeledahan KPK) sifatnya mendadak, jadi Pak Gubernur belum mengetahui," kata Hasban saat diwawancarai wartawan di lantai II Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro No 30, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/7/2014).
Hasban mengaku tidak tahu dimana Gatot berada. Namun dia akan berkoordinasi dengan Gubernur terkait penggeledahan oleh penyidik KPK tersebut.
![]() |
"Nanti saya lapor, saya koordinasikan," imbuh Hasban.
Hasban memang datang tidak lama setelah puluhan penyidik KPK dan polisi bersenjata lengkap tiba di depan ruang kerja Gatot di Lantai 10 Kantor Gubernur Sumatera Utara. Beberapa penyidik lalu masuk menggeledah ruang kerja Gatot. Hasban kemudian mendampingi beberapa penyidik KPK lainnya turun ke lantai 2 untuk menggeledah ruang Biro Keuangan.
Hingga kini pukul 00.33 WIB, penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Penyidik KPK datang dengan membawa tas dan koper berukuran besar.
Penggeledahan ini ada kaitannya dengan penangkapan tiga hakim PTUN Medan, termasuk Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro yang telah ditetapkan jadi tersangka.
"Penggeledahan dilakukan untuk menemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi detikcom via telepon. (hri/hri)












































