Rencana Polda Metro malam ini menggelar razia SOTR skala besar perlu diapresiasi. Apalagi sebentar lagi memasuki Lebaran Idul Fitri. Masyarakat terutama yang beragama Islam perlu ketenangan menyambut Hari Raya tersebut.
"Selama bulan Ramadan ini, banyak orang yang menyalagunahkan kegiatan SOTR. Di antaranya tawuran dan begal motor. Sehingga polisi tidak perlu ragu melarangnya untuk mewujudkan ketertiban umum di tengah-tengah masyarakat terutama umat Islam yang sedang beribadah dan suasana yang kondisif," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya mengenai hal tersebut pada Sabtu (11/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melakukan Razia skala besar terhadap semua kegiatan SOTR di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Malam ini dan seterusnya akan serentak dilakukan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M. Iqbal kepada detikcom, Sabtu (11/7/2015).
Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara ini menjelaskan, polisi akan mengecek kelengkapan peserta SOTR seperti helm, dan surat-surat kendaraan. Penggeledahan juga akan dilakukan untuk menghindari para rombongan sahur on the road membawa senjata tajam dan benda berbahaya lainnya.
"Razia akan cek kelengkapan teknis ranmor sampai dengan penggeledahan terhadap semua rombongan SOTR untuk antisipasi membawa adanya barang terlarang seperti senpi, sajam, narkoba, dan miras," terang Iqbal.
Iqbal menambahkan, dirinya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan SOTR. Namun, apabila memang ingin melakukan, dia mengimbau untuk tidak mengganggu kamtibmas.
"Kami akan lakukan imbauan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan SOTR dengan melanggar hukum," jelasnya.
Aqua menambahkan di sebagian daerah di Indonesia terutama di kota-kota besar, ternyata selama ini pelaksanaan SOTR lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Sehingga pihak Polri perlu secara bersama-sama dan berkesinambungan menindak tegas orang-orang yang telah menyalahgunakan SOTR tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan negatif.
"Jika SOTR itu sudah sampai pada tingkat yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum, Polri jangan ragu secara konsisten dan tegas melarang pelaksanaannya setiap bulan Ramadan. Kalau ada masyarakat yang melanggarnya agar ditindak tegas dan dihukum sesuai dengan kesalahannya," lanjut Aqua.
Rencana Polda Metro Jaya yang malam ini menggelar razia SOTR skala besar menurut Aqua perlu diapresiasi. Masyarakat harus mendukung kegiatan tersebut.
Razia SOTR dalam skala besar itu tambah pakar komunikasi ini menunjukkan bahwa SOTR telah meresahkan banyak orang serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sehingga orang-orang yang menyalahgunakan kegiatan itu harus ditindak tegas.
"Masyarakat harus mengapresiasi Polda Metro Jaya yang akan merazia SOTR. Itu menunjukkan kepedulian yang tinggi dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian untuk mewujudkan suasana kondusif dan aman di Jakarta dan sekitarnya. Pak Tito memiliki komitmen yang besar terhadap hal tersebut," ujar kandidat doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung tersebut.
Jakarta sebagai Ibu kota negara, tambah Aqua menjadi barometer secara nasional tentang situasi kamtibmas. Sehingga jika SOTR telah menyimpang dari niat awalnya untuk melaksanakan sahur bersama di jalan raya dan meresahkan masyarakat, polisi jangan ragu-ragu untuk menindaknya.
"Sebagian masyarakat yang selama ini menginginkan suasana yang selalu kondusif pasti mendukung ketegasan Polri pada orang-orang yang melaksanakan SOTR. Terapi kejut yang ditimbulkan oleh tindak tegas polisi terhadap SOTR akan besar pengaruhnya. Mereka yang sering ikut SOTR akan berpikir ulang melaksanakannya sebab khawatir ditangkap polisi," pungkas Aqua.
(tfn/bar)










































