OKP ini datang ke setiap pemilik usaha di ruko. Mereka terdiri dari 10 orang menggunakan baju loreng dan atribut OKP. Mereka mengaku dari OKP yang bermarkas di Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Dengan menggunakan sepeda motor tanpa helm, mereka tampak berkeliling ke seluruh pemilik toko yang ada di kawasan, Tampan. Kawasan ini merupakan kota setelitnya Pekanbaru yang ditumbuhi ratusan ruko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemilik ruko di kawasan Tampan sebenarnya sudah gerah melihat sikap OKP yang satu ini. Tidak hanya lebaran, mereka juga memanfaatkan Tahun Baru, 17 Agustus, dan hari besar lainnya untuk meminta sumbangan.
"Kita merasa tidak nyaman saja. Mereka selalu mengaku sumbangan sukarela, tapi ya tahu sendirilah gimana mereka itu," keluh Husen pemilik toko sembako lainnya.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarif Hidayat menanggapi munculnya permintaan sumbangan jelang lebaran dari OKP ini. Menurutnya, permintaan itu jangan diladeni.
"Kalau memang masyarakat keberatan untuk membantu, ya jangan membantu. Tapi kalau masyarakat tetap saja memberikan bantuan, ya salah sendiri kenapa dikasih," kata Aries.
Menurut Aries, bila memang OKP tersebut dalam meminta sumbangan dengan cara memaksa, maka sebaiknya dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Catat nama orangnya, catat nama organisasinya bila memang mereka dalam meminta sumbangan sistem memaksa atau mengancam. Tapi kalau sumbangannya tidak ada paksaan, ya itu kembali kita serahkan ke masyarakatnya," imbuh Aries. (cha/hri)











































