Dalam foto yang dikirimkan pembaca detikcom, Tya Karlita, Sabtu (11/7/2015), terlihat dengan jelas betapa banyaknya debu yang beterbangan ketika ada kendaraan melintas. Debu itu semakin pekat ditambah dengan angin yang cukup kencang dan volume kendaraan yang tinggi.
“Jalan berdebu dan banyak rambu-rambu yang menyarankan penggunaan lampu hazard dan batas kecepatan 20 - 40 km,” tutur Tya dalam emailnya kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tol darurat itu memang sebenarnya belum siap untuk dilewati kendaraan dengan mulus. Ruas jalannya belum diaspal, masih berupa tanah padat kering yang ditutupi dengan batu-batu kerikil.
Jadi harap maklum jika debu langsung beterbangan saat ada kendaraan yang melintas. Kendaraan pun tidak bisa dipacu dengan kecepatan lebih dari 40 km/ jam karena dapat mengancam keselamatan.
Sore atau nanti malam, tol darurat akan kembali dibuka karena kondisi angin dan debu lebih kondusif. Dir Lantas Polda Jateng, Kombes Pol Benyamin di exit tol Pejagan Benyamin yang meninjau exit tol Pejagan mengatakan malam hari lebih kondusif karena angin berkurang.
"Malam lebih kondusif, angin berkurang, lampu mobil bisa menembus debu, malah bagus. Di exit tol Brebes itu kami masih coba berbagai pola," terangnya. (gah/kha)











































