Guyuran abu vulkanik skala kecil tersebut dikarenakan angin berhembus ke arah barat daya bahkan kepulan asap serta pendaran api bisa dilihat dari kawasan Kecamatan Gleanmore, Banyuwangi dan beberapa kawasan di Jember. Dan hingga siang, warga Jember yang khawatir menghirup abu vulkanik dan bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas banyak menggunakan masker.
Begitu pula dengan pengendara motor yang melintas di kawasan Bandara Notohadinegoro Jember, nampak menggunakan masker. Nagita salah satunya, abu vulkanik dirasakannya sejak tiga hari terakhir, gadis 19 tahun ini setiap hari memakai masker untuk menjaga kesehatannya saat mengendarai motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu vulkanik skala kecil ternyata tidak membuat bandara di Jember terganggu, aktifitas penerbangan terus beroperasi dan tak seperti sehari sebelumnya yang sempat ditutup bersama dengan lima bandara lainnya di Indonesia. Sejumlah calon penumpang rute Jember - Surabaya terus berdatangan ke bandara karena tidak ada penundaan ataupun pembatalan pemberangkatan dari Bandara Jember.
Sayangnya, untuk hari ini otoritas Bandara Notohadinegoro Jember tidak berkenan memberikan konfirmasi apapun kepada media, “Mohon maaf untuk saat ini kepala bandara tidak menerima tamu ataupun konfirmasi apapun, jadi silahkan anda keluar,” kata Tukimin, seorang staf dinas perhubungan Bandara Notohadinegoro saat ditemui.
(Hbb/Hbb)










































