H-6 Lebaran, Kendaraan Pemudik Mulai Banyak Memasuki Kota Semarang

H-6 Lebaran, Kendaraan Pemudik Mulai Banyak Memasuki Kota Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2015 05:49 WIB
H-6 Lebaran, Kendaraan Pemudik Mulai Banyak Memasuki Kota Semarang
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Memasuki H-6 Lebaran, jumlah mobil berplat nomor luar kota sudah banyak masuk ke Kota Semarang lewat perbatasan sebelah Barat atau Kabupaten Kendal. Dalam satu menit setidaknya ada 25 sampai 30 unit kendaraan berplat nomor selain H (Semarang).

Hal tersebut terpantau dari Pos Pam Mangkang yang berada di depan terminal Mangkang. Kendaraan luar kota tersebut didominasi oleh roda empat seperti mobil dan truk.

"Mulai jam 14.00 (Jumat 10/7) mulai ada peningkatan arus. Satu menit 25 sampai 30 unit plat B (Jakarta), D (Bandung), dan P (Besuki Situbondo) masuk Kota Semarang," kata Kepala Pos Pam Mangkang, AKP Joko Hendro, Sabtu (11/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian dominasi truk masih lebih banyak daripada mobil pribadi. Menurut Joko hal itu disebabkan karena pada H-5 atau hari Minggu (12/7) besok hingga H+3 truk dilarang melintas sehingga mereka berusaha memenuhi target.

"Peningkatan arus didominasi kendaraan berat karena mungkin mereka memenuhi target sebelum besok dilarang melintas kecuali truk BBM dan sembako," jelas Joko.

Meski demikian, akhir pekan ini memang diprediksi menjadi puncak arus mudik hingga hari Rabu (14/7) mendatang. Sehingga berbagai persiapan menyambut pemudik di Kota Semarang sudah dilakukan. Kota Semarang memang menjadi Kota tujuan mudik atau tempat perlintasan pemudik yang akan menuju berbagai wilayah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Dini hari tadi, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana S memantau sejumlah pos yang diprediksi akan sibuk ketika arus mudik tiba yaitu di Pos pam Simpang Lima, Mangkang, dan pos ujung tol ADA (Banyumanik).

"Ada 16 pos yang disiapkan di Kota Semarang. Untuk mobil dari Selatan, kita prioritaskan agar masuk tol Banyumanik," kata Pungky.

Ia menjelaskan ada beberapa titik rawan kecelakaan di Kota Semarang yaitu jalur Pantura di Jalan Kaligawe Raya, Jalan Walisongo, Jalan Arteri Yos Sudarso, dan di sisi Selatan ada Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Kamis pasang traffic cone di jalan sebagai tanda kepada pengemudi yang mengantuk sehingga terlihat dan diharapkan agar melambatkan lajunya atau beristirahat," terangnya.

Pos Pam yang disebar di penjuru Kota Semarang itu tidak hanya berisi anggota polisi namun juga Dishub, Pramuka, tim medis, dan lainnya. Sehingga pemudik yang lelah, sakit atau butuh bantuan bisa menepi di pos Pam.

"Jika dibutuhkan akan ada  rekayasa lalu lintas  di jalur Barat dan Selatan untuk menekan angka kecelakaan," tandas Pungky.

(alg/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads