Hal tersebut terpantau dari Pos Pam Mangkang yang berada di depan terminal Mangkang. Kendaraan luar kota tersebut didominasi oleh roda empat seperti mobil dan truk.
"Mulai jam 14.00 (Jumat 10/7) mulai ada peningkatan arus. Satu menit 25 sampai 30 unit plat B (Jakarta), D (Bandung), dan P (Besuki Situbondo) masuk Kota Semarang," kata Kepala Pos Pam Mangkang, AKP Joko Hendro, Sabtu (11/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan arus didominasi kendaraan berat karena mungkin mereka memenuhi target sebelum besok dilarang melintas kecuali truk BBM dan sembako," jelas Joko.
Meski demikian, akhir pekan ini memang diprediksi menjadi puncak arus mudik hingga hari Rabu (14/7) mendatang. Sehingga berbagai persiapan menyambut pemudik di Kota Semarang sudah dilakukan. Kota Semarang memang menjadi Kota tujuan mudik atau tempat perlintasan pemudik yang akan menuju berbagai wilayah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Dini hari tadi, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana S memantau sejumlah pos yang diprediksi akan sibuk ketika arus mudik tiba yaitu di Pos pam Simpang Lima, Mangkang, dan pos ujung tol ADA (Banyumanik).
"Ada 16 pos yang disiapkan di Kota Semarang. Untuk mobil dari Selatan, kita prioritaskan agar masuk tol Banyumanik," kata Pungky.
Ia menjelaskan ada beberapa titik rawan kecelakaan di Kota Semarang yaitu jalur Pantura di Jalan Kaligawe Raya, Jalan Walisongo, Jalan Arteri Yos Sudarso, dan di sisi Selatan ada Jalan Perintis Kemerdekaan.
"Kamis pasang traffic cone di jalan sebagai tanda kepada pengemudi yang mengantuk sehingga terlihat dan diharapkan agar melambatkan lajunya atau beristirahat," terangnya.
Pos Pam yang disebar di penjuru Kota Semarang itu tidak hanya berisi anggota polisi namun juga Dishub, Pramuka, tim medis, dan lainnya. Sehingga pemudik yang lelah, sakit atau butuh bantuan bisa menepi di pos Pam.
"Jika dibutuhkan akan ada rekayasa lalu lintas di jalur Barat dan Selatan untuk menekan angka kecelakaan," tandas Pungky.
(alg/dhn)











































