"Kita tidak bisa memprediksi sampai kapan Gunung Raung ini meletus. Sebab tipe letusan strombolin ini terus berlangsung lama," ujar petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung, Burhan Alethea, kepada detikcom, Jumat (10/7/2015).
Menurutnya, sejak dinaikkan statusnya menjadi siaga, Gunung Raung belum menunjukkan gejala penurunan aktivitas vulkanisnya. Bahkan saat ini, intensitas letusan cenderung naik rata-rata dibawah 1 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dirinya memprediksi tidak akan ada letusan besar di Gunung Raung. Sebab tipe letusan strombolin bersifat terus menerus dan tidak ada sumbatan keluarnya magma.
"Tipe letusannya berskala kecil. Raung mengeluarkan energinya terus menerus dan tak ada sumbatan," tuturnya.
Seperti diketahui Gunung Raung yang berada di jawa Timur ini meletus pada Sabtu (3/7) lalu dan mengakibatkan sejumlah penerbangan terganggu karena dampak abu vulkaniknya. Saat ini bahkan Bandara Ngurah Rai, Bali, ditutup hingga terjadi penumpukan penumpang. (elz/elz)











































