Ferry memberikan sertifikat tersebut tidak secara simbolis namun kepada satu persatu nadzir atau penerima wakaf yang hadir di acara tersebut. Ferry mengatakan sertifikasi tanah wakaf sangat penting karena bisa menimbulkan masalah terutama dengan ahli waris.
"Maka jajaran kami adakan sertifikasi tanah wakaf yang berpotensi menimbulkan problem. Koordinasi dengan Kementerian Agama, Badan Masjid Indonesia, NU dan lain-lain," kata Ferry di MAJT, Jalan Gajah Semarang, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedih saja, ternyata ada yang tidak tahu pendahulunya sudah mewakafkan tanah," pungkas Ferry.
Oleh sebab itu sertifikasi tanah wakaf perlu segera dilakukan mumpung masih ada saksi sehingga bisa dipertanggung jawabkan. "Mumpung masih ada riwayat dan daya ingat nah itu kita lakukan, mudah-mudahan kita bisa selesaikan seluruhnya," tegasnya.
Selain sertifikasi tanah wakaf, Ferry juga memberikan santunan kepada 77 anak yatim yang hadir dalam acara tersebut. Menjelang berbuka puasa, Ferry meninjau mobil "Ngabuburit Service" dari Kota Semarang dan daerah sekitarnya. Mobil tersebut biasanya digunakan untuk memberikan pelayanan pengurusan sertifikat tanah di Car Free Day. (alg/try)











































