"Waktu ibu saya membuka pintu rumah, dia melihat Rudi seperti sedang mengintip-intip di balik tembok, tapi karena takut ibu saya menutup kembali pintu rumah dan memanggil keluarga lainnya. Saat orang-orang datang Rudi sudah tidak ada," ujar Ramli Dg Sewang, sepupu pelaku yang ditemui detikcom di acara malam takziah korban.
Sewang menambahkan, saat ini keluarga besarnya masih geram dengan aksi biadab pelaku. Ia meminta agar Rudi segera menyerahkan diri pada polisi, sebelum Rudi dihakimi warga atau tertangkap polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rudi sempat minta dibelikan pulsa Rp 20 ribu pada adiknya, sayangnya saudara-saudara pelaku masih merahasiakan keberadaan Rudi," tandas Sewang.
Sementara itu, aparat Polsek Makassar masih terus memburu pelaku. Meski demikian, belum ada isyarat pelaku akan segera tertangkap.
"Tersangka masih dalam proses pengejaran, kami meyakini tersangka masih berada di sekitar wilayah Makassar," ujar Kapolsek Makassar Kompol Sudaryanto pada detikcom. (mna/try)
