"Sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium, olah TKP, bahwa itu memang betul bom rakitan," kata Badrodin.
Badrodin menyampaikan ini dalam acara buka jajaran Polri bersama sejumlah Pemred dan wartawan yang digelar di Rupatama, Mabes Polri, Jumat (10/7/2015). Hadir dalam kesempatan itu, Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Kabareskrim Komjen Budi Waseso dan perwira tinggi lainnya.
Namun lanjut Badrodin, bahan peledak yang dibuat untuk bom tersebut dari bahan yang sedikit, sehingga dampak ledakannya tidak luas.
"Tapi bahan-bahannya itu yang digunakan yang mudah didapat bebas. Kemarin saya juga ketemu forum rektor, Seperti ITS, mereka ada praktek-praktek seperti itu. Dia (rektor) menyampaikan, Pak Kapolri silakan datang ke ITS, di sana banyak mahasiswa yang meracik banyak yang bisa dijadikan bahan peledak. Nanti Labfor, Densus bisa saja ke sana dalam kaitannya bagaimana bahan ini bisa dijual bebas tanpa ada pengawsasan berat," paparnya.
Badrodin menjelaskan, bom rakitan di Mall Alam Sutera itu memiliki kesamaan dengan bahan peledak yang ditemukan saat penggerebekan kelompok teroris di Cibiru, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
"Sehingga fokus kita pada kelompok ini. Sehingga perlu didalami, kita sedang pelajari rekaman cctv yang ada, dari situ mungkin ada hal-hal yang jadi kunci untuk ungkap kasus ini. Ini tantangan polri, kalau tak terungkap, bisa jadi besok lusa atau besok bisa terjadi lagi," pungkasnya.
(idh/faj)











































