Wapres JK Anggap Wajar Pacman Bela Mary Jane

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 17:03 WIB
Foto: Indah Mutiara Kami
Jakarta - Petinju kelas dunia asal Filipina, Manny Pacquaio memanfaatkan kedatangannya ke Indonesia untuk menemui terpidana mati kasus narkotika Mary Jane. Wakil Presiden Jusud Kalla menganggap wajar pembelaan Pacman terhadap Mary.

"Ya masing-masing negara termasuk kita, kalau ada warga yang di hukum mati itu pasti meminta pada negara yang bersangkutan meminta untuk ada keringanan. Apakah mati diringankan, pasti kalau ada yang mau dihukum mati dieksekusi," ujatr JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2015).

"Waktu Malaysia kan bolak-balik Pak Prabowo dulu ajak menteri ke situ. Sama saja, mereka ke sini itu minta perhatian untuk diringankan. Itu wajar saja," sambungnya.

Sebelumnya, Pacman bertandang ke gedung DPR dan bertemu pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadlizon. Pacman mengatakan Mary Jane adalah korban perdagangan manusia.

"Yang terjadi dengannya, dia tidak tahu. Dia tidak melakukan itu," ucapnya dalam Bahasa Inggris.

Mary Jane mendapat hukuman eksekusi mati karena menyelundupkan 2,6 kg heroin ke Indonesia. Sempat dijadwalkan, eksekusi mati Mary Jane lalu tertunda karena ada bukti-bukti baru di Filipina yang mengatakan bahwa ia korban perdagangan orang.

Di depan Novanto dan Fadli, Pacquaio menyampaikan bahwa proses penyelidikan di Filipina tentang kemungkinan bahwa Mary Jane adalah korban perdagangan manusia akan keluar dalam 1-2 minggu mendatang. Pacquaio menegaskan bahwa dia menghormati hukum di Indonesia.

"Saya menghormati hukum di Indonesia. Saya ingin mengucapkan terima kasih," ucapnya. (fiq/fdn)