KSAD: Serangan GAM Ganggu Program TMMD Tanggap Darurat
Selasa, 22 Feb 2005 15:30 WIB
Jakarta - KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengakui, selain hambatan jalan yang terputus, serangan GAM juga menjadi salah satu faktor pengganggu dalam program TNI Manunggal Mambangun Desa (TMMD) Tanggap Darurat 2005.KSAD mengungkapkan hal itu usai membuka TMMD Tanggap Darurat 2005 di Lhok Nga, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Selasa, (22/2/2005)."Semua jalan terputus, sehingga alat berat itu tidak bisa ditaruh di tengah. Jadi harus mengangkut alat berat dari laut dan keadaan itu sangat sulit serta memakan waktu cukup lama. Lalu gangguan dari GAM. Kemarin, satu pasukan kita juga tewas dan satu luka-luka. Antisipasi ke depan terpaksa saya menambahkan pasukan keamanan bagi pasukan zeni yang mengerjakan perbaikan jalan," papar Ryamizard.Namun, saat ditanya, apakah TNI akan 'melibas' GAM untuk memperlancar program tersebut, Ryamizard mengatakan, hal itu tergantung pihak GAM sendiri. Jika GAM terus mengganggu, maka TNI tidak akan segan-segan kembali menyerang."Kalau mengganggu ya apa boleh buat, kita akan serang tapi kalau menyerah itu lebih baik dan kita serahkan kepada yang berwenang," tegasnya.Sementara itu, mengenai perundingan Helsinki II yang kini tengah berjalan dan cenderung alot, Ryamizard menolak menanggapinya. Alasannya, masalah tersebut sudah menyangkut politik. "Tapi dari sana tersirat pemerintah kita walau dibohongi terus tetap bersedia berdamai," ujarnya.Padahal, menurut dia, solusi terbaik menghadapi GAM adalah meminta GAM menyerahkan senjata dan apabila ditempuh jalan dialog, maka kerangkanya adalah dalam kerangka NKRI. "Kalau ingin memisahkan diri dari NKRI itu tidak mungkin, nanti semuanya akan lepas," kata dia.TMMD Tanggap DaruratSementara itu, terkait dengan pelaksanaan TMMD Tanggap Darurat 2005, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya mengatakan, pasukan yang terlibat dalam TMMD ini berjumlah 8.000 personel dari tiga struktur, yaitu Bantuan Kendali Operasi (BKO) dan pendukung yang berjumlah 1.047 orang, satuan tugas 40 SSK yang berjumlah 4.953 orang dan masyarakat yang berjumlah 2000 orang.Endang juga menambahkan alat berat yang digunakan untuk TMMD mencapai 234 unit yang terdiri dari 71 milik AD, 40 unit milik Pemda Jatim, Jateng, Sumsel dan Sumut, serta Pemda NAD sebanyak 123 unit.Selain alat berat, TMMD juga mengerahkan lima buah kapal ADRI, 20 buah PSR, dan enam buah kapal motor yang diperbantukan untuk memperlancar program TMMD Tanggap darurat 2005.Dalam pembukaan TMMD yang juga dihadiri Pangkostrad Letjen Hadi Waluyo, Wakil Gubernur Azwar Abu Bakar, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Sunarya, seluruh pangdam di Indonesia dan aparat Pemda NAD, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada dua sasaran yang akan diselesaikan dalam tanggap darurat ini, yaitu sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik terkait dengan rehabilitasi fasilitas umum yang rusak, seperti perbaikan jalan sepanjang 235 Km yang menghubungkan Banda Aceh-Meulaboh, perbaikan 53 jembatan yang rusak, perbaikan badan jalan yang rusak, dan putus sepanjang 81 Km, pengalihan dan pembuatan jalan baru sepanjang 82 Km, pembersihan jalan yang tertimbun sepanjang 65 Km dan pembuatan rumah sebanyak 1.000 unit.Sedangkan sasaran non fisik meliputi, pelayanan medis, pengobatan pada masyarakat, dan penyuluhan serta penanganan trauma akibat gempa.
(umi/)











































